Larangan Kebiasaan Overthinking dalam Ajaran Islam
- 26 Apr 2026 20:46 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Overthinking menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi banyak orang di masa kini. Terlebih di era internet, sumber stres juga bisa datang dari media sosial yang memicu perbandingan dan kekhawatiran berlebih.
Dekan FUAD Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Zainab Hartini, mengatakan overthinking biasanya muncul dari kekhawatiran berlebihan hingga keinginan untuk mengendalikan segala hal. Jika dibiarkan, kebiasaan ini hanya akan membuat hidup semakin jauh dari ketenangan.
"Hidup malah terasa sempit ya memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Khawatir orang menilai seperti apa, takut takut gagal sebelum mencoba. Bisa juga overthinking karena menyesali masa lalu yang berlebihan, dan cemas terhadap masa depan," katanya, saat mengisi program Mutiara Pagi, Jumat 24 April 2026.
Kondisi ini kerap membuat seseorang diliputi pikiran negatif, seperti takut gagal sebelum mencoba dan cemas terhadap hal yang belum tentu terjadi. Akibatnya, hati menjadi gelisah dan pikiran terasa berat sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.
Zainab Hartini lebih lanjut menjelaskan, dalam ajaran Islam overthinking termasuk hal yang perlu dihindari. Hal ini karena overthinking merupakan sikap berlebihan yang dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kehidupan seseorang.
"Jadi overthinking itu keadaan ketika seseorang itu memikirkan sesuatu secara berlebihan. Karena Allah tidak suka yang berlebih-lebihan, apalagi berpikir yang berlebihan," katanya.
Karena itu, penting untuk mengelola pikiran agar tetap seimbang dan tidak berlebihan. Berpikir secara positif dan fokus pada hal yang bisa dikendalikan menjadi langkah sederhana untuk menjaga ketenangan hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....