Masyarakat Diimbau Waspada Konsumsi Jamu Tradisional Tidak Sesuai Standar

  • 15 Apr 2026 20:57 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Konsumsi obat tradisional atau jamu tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, masih ditemukan produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan kesehatan, terutama yang beredar di wilayah pelosok.

Ketua Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Barito Utara, Yessi Aria Puspita, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menemukan jamu tradisional yang mengandung bahan kimia yang tidak sesuai dengan klaim produk.

“Banyak masyarakat mengonsumsi jamu karena ingin efeknya langsung terasa seperti obat. Padahal, kami menemukan ada produk yang mengandung bahan kimia seperti dexamethasone yang dapat memengaruhi kondisi tubuh,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog di RRI Palangka Raya, Kamis, 14 April 2026.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluhan Obat dan Makanan BBPOM Palangka Raya, Wahyuri, mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat membeli jamu tradisional. Ia menekankan pentingnya memeriksa label kemasan serta memastikan produk telah terdaftar dan aman dikonsumsi.

Menurutnya, obat tradisional berbahan alami seharusnya berfungsi untuk menjaga kesehatan, bukan sebagai penyembuh instan. Jika suatu produk memberikan efek cepat layaknya obat medis, masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan adanya campuran bahan kimia berbahaya.

“Masyarakat, khususnya di pelosok, perlu memahami bahwa obat tradisional itu sifatnya untuk memelihara kesehatan. Jika memiliki keluhan, sebaiknya berobat ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” katanya.

Dengan adanya temuan ini, masyarakat diimbau lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi jamu tradisional. Pemerintah juga terus mendorong edukasi terkait keamanan obat dan makanan guna melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....