BBPOM: Peredaran Jajanan Berbahaya Masih Ditemukan di Lingkungan Sekolah

  • 15 Apr 2026 20:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Peredaran makanan yang tidak sesuai standar keamanan dan kesehatan masih sering ditemui di masyarakat. Mulai dari makanan tanpa izin edar, produk kadaluarsa, hingga makanan yang mengandung bahan berbahaya untuk dikonsumsi.

Ketua Tim Penyuluhan Obat dan Makanan BBPOM Palangka Raya, Wahyuri, mengatakan di kawasan sekolah masih kerap ditemukan jajanan yang menggunakan bahan tidak aman. Di antaranya pewarna rodamin pada gulali, serta penggunaan boraks pada bakso dan kerupuk.

"Itu kadang-kadang masih ada kita temukan dari hasil pengujian kita melalui operasional laboratorium keliling, itu mengandung pewarna yang dilarang namanya rodamin. Ada juga pentol-pentol yang masih mengandung boraks, ditemukan juga boraks pada kerupuk sehingga renyah, ini yang perlu menjadi perhatian," katanya, saat menjadi narasumber program Dialog Kalteng Menyapa di Pro 1 RRI Palangka Raya, Selasa, 14 April 2026.

Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Barito Utara, Yessi Aria Puspita, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan melalui uji laboratorium makanan di sekolah-sekolah di Muara Teweh. Selain itu, edukasi dan pembinaan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya keamanan pangan.

"Kita sering ngambil sampe, jadi pembinaan dengan pengawasan di kantin-kantin sekolah itu kita lakukan secara rutin. Jadi tidak hanya terkait edukasi kita juga ngambil sampel untuk pengujian," katanya.

Upaya pengawasan ini dilakukan secara rutin untuk memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak aman dan layak. Keterlibatan pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci dalam mencegah peredaran jajanan berbahaya.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan kasus penggunaan bahan berbahaya dalam makanan dapat ditekan. Masyarakat juga diimbau lebih teliti dalam memilih makanan, terutama untuk anak-anak di lingkungan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....