Edukasi Inklusif Cegah Diskriminasi Anak Autisme di Masyarakat

  • 04 Apr 2026 13:01 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus, termasuk autisme, masih kerap terjadi di lingkungan sosial masyarakat. Kurangnya pemahaman membuat perilaku dan respons anak dengan autisme sering disalahartikan oleh orang di sekitarnya.

Pekerja Sosial Kota Palangka Raya, Ekha Raya Dohong, mengatakan kondisi anak autisme yang memiliki keterbatasan sering kali dianggap mengganggu di lingkungan sosial. Bahkan, anak dengan kondisi autisme rentan mendapatkan perilaku bullying atau perundungan.

"Kalau dari sudut pandang sosial pasti akan berdampak ke yang lain. Misalnya dari masa tumbuh kembangnya si anak ini bisa jadi enggak punya teman, karena orang enggak paham apa yang dia dia inginkan," katanya, saat mengisi program di Zona Edukasi, Kamis, 2 April 2026.

Lebih lanjut, Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan bahwa diperlukan pendekatan edukatif bagi masyarakat dalam menyikapi persoalan ini. Ia menegaskan bahwa anak berkebutuhan khusus, termasuk autisme, memiliki hak yang sama sebagai manusia.

"Artinya yang kita pegang bukan anak ABK-nya, tapi anak reguler, anak-anak itu kita beri pemahaman gitu. Bagaimana kita berlaku pada temannya yang mempunyai autisme, sehingga dia akan memperoleh hak yang sama," katanya.

Pendekatan inklusif dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak dengan autisme. Edukasi kepada anak-anak lain dan masyarakat luas dapat membantu membangun empati serta mengurangi stigma yang selama ini muncul.

Dengan meningkatnya pemahaman, diharapkan anak dengan autisme dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa hambatan sosial. Lingkungan yang menerima dan mendukung akan membuka peluang mereka untuk berinteraksi dan mendapatkan hak yang setara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....