Masyarakat Bisa Menerapkan Komunikasi Inklusif Setiap Hari
- 22 Jun 2026 09:10 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemahaman mengenai cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas secara tepat dinilai masih perlu terus ditingkatkan. Untuk menjembatani hal tersebut, Dr. Aquarini, M.Ikom, seorang Sosiolog sekaligus Pakar Ilmu Komunikasi, memaparkan sejumlah prinsip utama yang harus dipahami oleh publik dalam berkomunikasi dengan kelompok disabilitas. Langkah edukasi ini dinilai krusial agar tidak ada lagi sekat sosial maupun kecanggungan yang muncul akibat kesalahpahaman sosiologis di tengah masyarakat.
Prinsip dasar ini wajib diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, mulai dari lingkungan keluarga, instansi pelayanan publik, hingga para pelaku media massa. Sebagai komunikator, masyarakat harus menggeser paradigma lama yang penuh rasa iba menjadi cara pandang yang setara. Dr. Aquarini menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak komunikasi yang sama, sehingga interaksi yang terbangun harus berlandaskan pada kesetaraan posisi antarmanusia.
Penyebarluasan prinsip komunikasi inklusif ini dapat terus digaungkan melalui berbagai platform seminar edukasi, ruang diskusi publik, serta kanal media digital di Indonesia.
Dengan memanfaatkan berbagai ruang publik dan platform komunikasi modern, pesan mengenai pentingnya etika interaksi ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara masif, utamanya bagi para petugas pelayanan garis depan (frontliner) yang berhadapan langsung dengan masyarakat beragam.
Terkait bagaimana cara penerapannya, Dr. Aquarini menjelaskan ada tiga langkah konkret yang harus dipraktikkan. Pertama, interaksi harus didasari oleh rasa saling menghormati dengan menghargai otonomi mereka. Kedua, komunikator wajib menggunakan bahasa inklusif yang tidak diskriminatif serta menghindari istilah-istilah yang merendahkan.
Terakhir dan yang paling utama, masyarakat harus melatih diri untuk mendengarkan secara aktif serta memberikan kesempatan dan waktu yang cukup bagi lawan bicara disabilitas untuk menyampaikan pendapat mereka tanpa perlu dipotong secara tergesa-gesa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....