Perempuan dan Anak Rentan, Perlu Ruang Aman Setara

  • 21 Mar 2026 12:20 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perempuan dan anak masih menjadi salah satu kelompok rentan yang kerap menjadi korban berbagai isu sosial. Kerentanan ini muncul baik di ruang publik maupun ruang digital yang semakin terbuka.

Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan perempuan dan anak lebih sering menggunakan perasaan sehingga kerap menjadi korban manipulasi. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku untuk memengaruhi keputusan korban.

"Ketika mau melakukan sesuatu kan pasti ada rasa tidak enak hati. Akhirnya karena ketika dia mau mengambil keputusan itu lebih banyak bermain perasaan. Akhirnya itulah yang dimainkan, yang dimanipulasi gitu. Sehingga perempuan ini akhirnya menjadi kelompok yang rentan gitu," katanya, saat mengisi program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Anggota Komunitas Solidaritas Perempuan Mamut Menteng, Fristy Mei, mengatakan penting bagi masyarakat untuk merangkul kelompok-kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak. Diperlukan kesadaran bersama untuk memberikan ruang aman dan ruang setara bagi mereka.

"Dalam perspektif Solidaritas Perempuan Mamut Menteng, ruang setara itu dibangun melalui kesadaran bersama kita bahwa keamanan dan martabat perempuan itu adalah tanggung jawab kolektif. Artinya semua orang bertanggung jawab baik laki-laki maupun perempuan," katanya.

Ruang setara sendiri mencakup hak yang sama dalam berbicara, menentukan pilihan, dan mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Dengan adanya ruang ini, perempuan dan anak diharapkan dapat merasa lebih aman dan dihargai dalam setiap aktivitasnya.

Upaya menciptakan ruang aman tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan peran semua pihak. Masyarakat diharapkan dapat lebih peka, saling menjaga, dan menghormati hak setiap individu tanpa terkecuali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....