Doom Scrolling Ancam Fokus Belajar Generasi Muda Digital

  • 07 Jun 2026 00:05 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kehadiran media sosial di era digital memang memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Tak hanya berguna untuk menjalin relasi sosial secara daring, media sosial juga menyuguhkan beragam informasi yang dapat diakses dengan mudah.

Meski begitu, kehadiran media sosial jika tidak disikapi dengan bijak dapat menimbulkan kebiasaan buruk dan mengurangi produktivitas. Broadcaster Content Producer, Jadmiko Wicaksono, mengatakan salah satu akibatnya adalah fenomena doom scrolling atau kebiasaan bermain media sosial hingga menghabiskan waktu berjam-jam.

"Terus ini bukan cuma bagaimana masyarakat itu menemukan cara mendapatkan informasi, tapi juga bagaimana masyarakat itu akhirnya kelebihan distraksi daripada informasi-informasi tadi yang notabenenya harus difilter, kan enggak semuanya itu bikin growing. Akhirnya cuma kayak brainrot aja, scrolling-scrolling niatnya cuma 5 menit jadi 10 menit, akhirnya jadi 2 jam," katanya, saat mengisi program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 4 Juni 2026.

Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan kebiasaan doom scrolling dapat menyebabkan banyak dampak bagi kehidupan. Terlebih bagi para pelajar, kebiasaan ini dapat menurunkan minat belajar dan mengurangi fokus saat mengikuti proses pembelajaran.

"Nah, akhirnya itu yang mereka yang pasti dampaknya kalau dari sisi negatifnya tuh pasti banyak banget. Artinya mereka sudah jam belajarnya berkurang. kemudian dia mereka tidak fokus pada studinya gitu, apalagi anak-anak belajar sekarang ya," katanya.

Selain mengganggu konsentrasi, kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan pola hidup sehari-hari. Paparan informasi yang berlebihan membuat seseorang lebih mudah terdistraksi dan kesulitan mengatur waktu dengan baik.

Karena itu, masyarakat perlu membatasi penggunaan media sosial serta lebih selektif dalam mengonsumsi informasi. Dengan pengelolaan yang tepat, media sosial dapat dimanfaatkan secara positif tanpa mengganggu aktivitas belajar maupun produktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....