Peran Al Quran setelah Kematian dalam Islam
- 05 Okt 2026 18:21 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya- Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi petunjuk yang seharusnya mampu mengubah perilaku dan kehidupan seorang muslim. Hal tersebut disampaikan Heldayani, S.H.I, dalam Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Minggu, 4 Oktober 2026. Ia menjelaskan, kedekatan dengan Al-Qur’an semestinya membuat seseorang semakin menjaga salat, melembutkan lisan, menjauhi dosa, dan memperbaiki akhlak.
Menurutnya, kematian menjadi batas berakhirnya kesempatan manusia untuk beramal di dunia. Selama masih hidup, seseorang masih memiliki kesempatan membaca Al-Qur’an, bersedekah, bertaubat, memperbaiki salat, meminta maaf, serta menolong sesama.
Heldayani mengingatkan agar membaca Al-Qur’an tidak hanya dilakukan pada waktu atau bulan tertentu, tetapi menjadi kebiasaan setiap hari. Membaca beberapa ayat dengan perlahan, memahami maknanya, kemudian mengamalkannya dinilai lebih penting daripada sekadar mengejar banyaknya halaman.
Ia menambahkan, Al-Qur’an tidak hanya memberikan manfaat bagi kehidupan dunia, tetapi juga menjadi bekal setelah kematian. "Karena itu, Al-Qur’an diharapkan tidak sekadar tersimpan di rumah, melainkan hidup dalam hati dan tercermin melalui perilaku sehari-hari," katanya.
Heldayani juga mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak dan orang lain menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat dan dapat terus mengalir pahalanya.
Ia menjelaskan, setelah manusia meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya. Karena itu, mempelajari, mengamalkan, serta mengajarkan Al-Qur’an sejak masih hidup menjadi salah satu bekal penting menuju kehidupan setelah kematian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....