Generasi Muda Diajak Perkuat Nilai Pancasila dan Moderasi Beragama di Era Digital

  • 02 Jun 2026 20:08 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi sumber konflik, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan. Melalui semangat musyawarah, setiap persoalan dapat diselesaikan dengan duduk bersama dan berdialog secara terbuka. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pengamalan Pancasila yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Dosen Psikologi Pendidikan Islam UIN Palangka Raya, Surawan, menyampaikan ada tiga nilai utama yang perlu dipegang teguh, yakni semangat musyawarah, toleransi, dan kebersamaan. Menurutnya, Pancasila mengajarkan masyarakat untuk menghargai perbedaan serta menjadikannya sebagai modal dalam memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.

Selain itu, generasi muda dinilai memiliki peran yang sangat penting sebagai penerus bangsa sekaligus kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi. Keunggulan tersebut menjadi modal besar bagi anak muda untuk berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital.

Melalui hal–hal sederhana di era digital ini seperti menggunakan media sosial secara bijak. Generasi muda diharapkan mampu melakukan kolaborasi serta mengendalikan diri dalam bermedia sosial.

"Generasi muda harus dapat menghargai perbedaan pendapat dan tidak mudah terpancing untuk memberikan komentar negatif maupun terlibat dalam perdebatan yang tidak produktif,” katanya, Selasa, 2 Juni 2026.

Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palangka Raya, H Syahrun, mengingatkan akan pentingnya kemampuan memilah dan memverifikasi informasi. Generasi muda harus waspada terhadap hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjadikan media sosial sebagai sarana memperoleh informasi yang bermanfaat, bukan sebagai sumber konflik akibat informasi yang belum tentu benar.

Meski demikian, generasi muda Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena dikenal kreatif dan inovatif dalam menghasilkan berbagai konten positif. "Jika potensi tersebut terus diarahkan dan dikembangkan, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memperkuat persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat,” katanya.

Untuk itu generasi muda diharapkan lebih mengedepankan akal pikiran yang jernih, memperbanyak komunikasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Dengan membangun kolaborasi dan menjaga sikap saling menghormati, generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan di era global saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....