Mengenal Sisi Perempuan Masa Kini dalam Islam
- 03 Mei 2026 06:21 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Peran perempuan di era modern terus mengalami dinamika yang signifikan. Tidak sedikit perempuan yang kini memikul tanggung jawab besar dalam keluarga, bahkan menjadi tulang punggung ekonomi. Hal ini disampaikan oleh Heldayani, S.H.I dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Minggu, 3 Mei 2026.
Dalam tausiyahnya, Heldayani menyoroti fenomena perempuan masa kini yang kerap dihadapkan pada tuntutan ekonomi dan sosial. “Perempuan di zaman sekarang ini tidak lagi sekadar menjadi tulang rusuk, tetapi banyak yang beralih menjadi tulang punggung keluarga, meskipun tidak semua seperti itu,” ujarnya.
Ia menggambarkan realitas yang dihadapi perempuan pekerja, seperti ibu-ibu yang harus berdesakan di transportasi umum demi mencari nafkah, hingga mereka yang terpaksa menitipkan anak demi bekerja. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya tuntutan yang mengharuskan perempuan ikut berperan dalam menopang ekonomi rumah tangga.
“Para istri ini dituntut untuk berpenghasilan demi menyelamatkan rumah tangganya. Tidak heran jika di berbagai bidang pekerjaan kini banyak didominasi oleh perempuan,” katanya.
Meski demikian, Heldayani menegaskan bahwa dalam pandangan Islam, hukum perempuan bekerja pada dasarnya adalah boleh atau mubah, selama tidak melanggar ketentuan syariat. “Pekerjaan itu harus halal, tidak bermaksiat, dan tetap menjaga aurat,” ucapnya.
Heldayani juga mengingatkan bahwa peran utama seorang perempuan, khususnya istri, tetap berada dalam lingkup keluarga. Ia merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 33 yang menekankan bahwa rumah adalah tempat terbaik bagi perempuan, meskipun tidak ada larangan untuk beraktivitas di luar.
“Perempuan boleh keluar rumah, apalagi untuk memenuhi kebutuhan. Rasulullah juga telah mengizinkan hal tersebut. Tetapi, yang lebih utama tetap menjaga peran dan tanggung jawab di dalam rumah tangga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengutip Surah An-Nisa ayat 34 yang menjelaskan bahwa laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga. Oleh karena itu, keharmonisan rumah tangga tetap harus dijaga dengan saling memahami peran masing-masing.
Dalam penjelasannya, Heldayani juga menyampaikan empat kewajiban utama perempuan dalam Islam, yakni menunaikan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatan diri, dan taat kepada suami. Ia merujuk pada hadis Nabi yang menyebutkan bahwa perempuan yang menjalankan keempat hal tersebut akan diberi kebebasan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.
Di akhir penyampaiannya, Heldayani menekankan pentingnya niat dalam setiap aktivitas perempuan, terutama yang bekerja di luar rumah. “Istri yang bekerja dengan niat membantu mencukupi kebutuhan keluarga", ujarnya.
"Perempuan yang melakukan itu juga termasuk bentuk perjuangan. Namun tetap harus menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab dalam rumah tangga,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....