Arti Syukur saat Mendapat Nikmat dan Sabar ketika Mendapat Musibah

  • 01 Okt 2026 09:30 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap hari manusia menerima begitu banyak nikmat dari Allah , mulai dari kemampuan melihat, mendengar, berbicara, berjalan, berpikir hingga bernapas. Namun, nikmat tersebut terkadang baru disadari ketika kesehatan terganggu, kesempatan telah berlalu, berjauhan dengan keluarga, atau saat mengalami kesulitan rezeki.

Marjuki, S.H.I, dalam Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Kamis, 1 Oktober 2026, mengingatkan bahwa nikmat Allah sangat banyak dan tidak akan mampu dihitung manusia. Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 18 yang mengingatkan bahwa manusia tidak akan mampu menghitung seluruh nikmat Allah.

Menurut Marjuki, rasa syukur dapat dimulai dengan tidak hanya melihat sesuatu yang belum dimiliki, tetapi menyadari berbagai nikmat yang telah diberikan Allah . Membandingkan diri dengan orang yang lebih kaya juga sebaiknya dihindari, karena masih banyak orang lain yang menghadapi kehidupan lebih sulit.

“Bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan hati, lisan, dan perbuatan,” ujarnya. Dengan hati, manusia menyadari bahwa setiap keberhasilan terjadi atas usaha, pertolongan, dan izin Allah, sedangkan dengan lisan dapat dilakukan dengan memperbanyak mengucapkan Alhamdulillah.

Ia menjelaskan, syukur melalui perbuatan diwujudkan dengan menggunakan nikmat sesuai dengan kebaikan yang diridai Allah . Kesehatan digunakan untuk beribadah, ilmu untuk memberikan manfaat, dan harta untuk membantu sesama serta masyarakat, bukan untuk melakukan dosa dan maksiat.

Selain bersyukur ketika mendapatkan nikmat, Islam juga mengajarkan umatnya untuk bersabar ketika menghadapi musibah, seperti kehilangan orang yang dicintai, sakit, kehilangan pekerjaan, kecelakaan, kehilangan harta, kegagalan, maupun berbagai persoalan kehidupan. “Tidak ada manusia yang selalu hidup dalam kesenangan, setiap orang pasti memiliki ujiannya masing-masing,” ucapnya.

Ketika ditimpa musibah, manusia diperbolehkan menangis dan merasa sedih, tetapi tidak boleh berputus asa maupun menyalahkan Allah . Marjuki mengingatkan umat Islam untuk mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, sebagai pengingat bahwa seluruh yang dimiliki manusia adalah milik Allah dan kepada-Nya seluruh manusia akan kembali, sehingga kesabaran dan kepercayaan kepada Allah perlu terus dijaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....