Memahami Makna Lelah Bermanfaat dalam Islam
- 10 Mei 2026 05:50 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dalam program “Mutiara Pagi” Pro1 RRI Palangka Raya, Minggu, 10 Mei 2026, Mujibah, S.Ag menyampaikan bahwa rasa lelah dalam kehidupan dapat bernilai ibadah dan menjadi kebaikan apabila diniatkan karena Allah. Menurutnya, Islam mengajarkan bahwa setiap perjuangan yang dilakukan dengan ikhlas akan membawa keberkahan dan pahala.
Mujibah menjelaskan, lelah dalam mencari nafkah akan menjadi bernilai ibadah apabila diniatkan semata-mata karena Allah. “Lelah akan menjadi mencerahkan manakala kita mencari nafkah tapi kita niatkan hanya karena Allah,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perjuangan orang-orang yang berjihad di jalan Allah sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 111. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah membeli jiwa dan harta orang-orang beriman dengan surga sebagai balasannya.
“Kadang harta, diri, dan keluarganya menjadi korban. Tetapi manakala semua itu diniatkan karena Allah, maka Allah akan memberikan kemenangan yang besar,” katanya.
Selain itu, Mujibah menyebut lelah dalam berdakwah dan menyeru kepada kebaikan juga merupakan perjuangan mulia. Ia mengutip Surah Fussilat ayat 33 tentang kemuliaan orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan.
“Orang yang berdakwah penuh tantangan, ada yang setuju dan ada yang tidak. Kalau kita melihat perjuangan Rasulullah SAW, sungguh sangat melelahkan, tetapi karena diniatkan karena Allah maka akan mendapat balasan terbaik,” ucapnya.
| Baca juga: Syarat agar Khusyuk dalam Shalat |
Menurut Mujibah, menuntut ilmu juga termasuk perjuangan yang bernilai ibadah. Ia mengingatkan para pelajar dan pencari ilmu agar tidak mudah mengeluh dalam menghadapi proses belajar.
“Wahai para pelajar, wahai para pencari ilmu, jangan mengeluh. Lelahmu akan menjadi lillah manakala kamu ikhlas menjalaninya,” katanya.
Dalam tausiyahnya, ia juga menekankan pentingnya menjaga diri dan keluarga sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6 agar terhindar dari api neraka. Tanggung jawab seorang kepala keluarga disebutnya sebagai amanah besar yang membutuhkan kesabaran dan pengorbanan.
| Baca juga: Memahami Makna Pencuri Shalat |
Mujibah turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik sebagaimana pesan Surah Al Ashr. Menurutnya, manusia akan merugi apabila tidak mengisi waktunya dengan iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti besarnya perjuangan seorang ibu saat mengandung, melahirkan, dan menyusui anak. Ia mengutip Surah Luqman ayat 14 yang memerintahkan manusia berbuat baik kepada kedua orang tua, khususnya ibu yang telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.
“Kita tahu bagaimana perjuangan seorang ibu membawa kandungan, sulit makan, sulit tidur, dan penuh pengorbanan. Itu perjuangan yang sangat melelahkan, tetapi insya Allah bernilai pahala,” ujarnya.
Di akhir tausiyahnya, Mujibah menegaskan bahwa lelah dalam kesusahan, kekurangan, maupun sakit juga dapat bermanfaat. Itu menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah apabila dijalani dengan sabar dan ikhlas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....