Mengenal Makna Audit Kehidupan dalam Islam
- 23 Apr 2026 19:08 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya -Refleksi kehidupan dalam perspektif Islam tidak lepas dari konsep pertanggungjawaban atas setiap aspek diri manusia. Hal ini mengemuka dalam program Mimbar Agama Islam Pro1 RRI Palangka Raya, Kamis, 23 April 2026, yang menghadirkan penceramah Ahmad Faruqi, S.Kom.I.
Dalam tausiyahnya, Ahmad Faruqi menjelaskan bahwa setiap manusia kelak akan menghadapi “audit kehidupan” di hadapan Allah SWT. Salah satu yang akan dimintai pertanggungjawaban adalah penggunaan jasad atau tubuh selama hidup di dunia.
“Ia mengatakan, yang akan diajukan kepada kita adalah tentang jasad atau tubuh, untuk apa digunakan. Tubuh ini adalah kendaraan kita beribadah. Tangan, kaki, dan lisan akan menjadi saksi, apakah digunakan untuk sujud, mencari nafkah halal, membantu sesama, atau justru untuk bermaksiat dan menzalimi orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, manusia sering lupa bahwa tubuh bukan sepenuhnya milik pribadi, melainkan amanah dari Allah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Tubuh ini adalah titipan. Kita hanya diberi waktu untuk mengelolanya selama hidup di dunia,” katanya.
Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 36 yang menegaskan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati akan dimintai pertanggungjawaban.“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya,” katanya.
Ahmad Faruqi menekankan bahwa mata seharusnya digunakan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah, telinga untuk mendengar kebenaran, serta kaki untuk melangkah ke tempat yang diridhai Allah. Lebih lanjut, ia membagikan tiga langkah sederhana dalam mensyukuri amanah tubuh.
Pertama, menjaga anggota tubuh dari hal yang dilarang, seperti menjaga lisan dari ghibah dan kebohongan. Kemudian menjaga telinga dari hal buruk, serta menjaga kaki dari tempat maksiat dan perut dari makanan haram.
Kedua, menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga agar tetap kuat dalam beribadah dan berdakwah. Ketiga, merawat tubuh sebagai bentuk rasa syukur, termasuk dengan menjaga pola makan dan istirahat yang cukup.
“Merawat kesehatan adalah bagian dari rasa syukur atas nikmat sehat yang Allah berikan,” ucapnya. Melalui tausiyah ini, pendengar diajak untuk lebih mengetahui makna audit kehidupan dalam Islam dan akan menjadi bagian dari pertanggungjawaban di akhirat, sehingga penting untuk mengelolanya dengan penuh kesadaran dan keimanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....