Gempita Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian

  • 16 Jun 2026 11:08 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Generasi muda Kalimantan Tengah didorong untuk mulai melirik sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Hal tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Kalimantan Tengah, Reyri Kaswanda, dalam Program Jamkos di Pro 2 RRI Palangka Raya.

Menurut Reyri, bagi pemula yang ingin terjun ke dunia pertanian, sektor pangan seperti padi dan jagung menjadi pilihan yang paling aman karena memiliki risiko relatif rendah. Selain didukung oleh pemerintah, hasil panen kedua komoditas tersebut juga memiliki kepastian pasar dan harga yang lebih terjamin.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap hilirisasi sektor pangan. Gabah kering petani dapat diserap oleh Bulog dengan harga yang telah ditetapkan, sementara jagung juga memiliki pasar yang jelas untuk kebutuhan pakan ternak.

"Harganya padi itu, kalau nggak salah Rp6.500 per kilogram, dibeli langsung oleh Bulog. Kalau jagung terakhir kemarin Rp6.400 tapi informasi kenaikan lagi jagung pipil untuk pakan," ucapnya, Kamis 11 Juni 2026.

Sementara itu, komoditas hortikultura seperti cabai dan sayuran lainnya dinilai memiliki risiko yang lebih tinggi karena memerlukan perlakuan khusus, modal yang lebih besar, serta rentan terhadap fluktuasi harga pasar.

Untuk wilayah Palangka Raya, Reyri menilai sejumlah komoditas memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan, seperti jagung, cabai, melon, semangka, dan nanas. Namun bagi generasi muda yang baru memulai, cabai dinilai menjadi salah satu pilihan yang cukup menjanjikan karena dapat dibudidayakan di berbagai jenis lahan dengan pasar yang selalu tersedia.

Meski memiliki potensi lahan yang luas, Reyri mengakui minat generasi muda terhadap sektor pertanian masih belum optimal. Menurutnya, diperlukan figur atau contoh sukses di bidang pertanian yang dapat menginspirasi anak muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang modern dan menguntungkan.

Ia menambahkan, Kalimantan Tengah memiliki lahan pertanian yang sangat luas, termasuk hasil program cetak sawah rakyat yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, diperlukan pengelolaan yang tepat agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui berbagai program pendampingan dan dukungan pemerintah, Gempita berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik terjun ke sektor pertanian dan menjadikannya sebagai pilihan karier maupun usaha yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....