Warga Kotim Keluhkan MBG Belum Merata, Distribusi Saat Libur Dihentikan
- 20 Jun 2026 19:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi perhatian masyarakat di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah. Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluhkan pelaksanaan program tersebut yang dinilai belum menjangkau seluruh peserta didik, khususnya di tingkat sekolah dasar.
Keluhan tersebut disampaikan salah satu pendengar RRI, Mama Yuda, dalam program Halo RRI. Ia mengaku hingga saat ini sekolah di wilayahnya belum menerima manfaat program MBG.
“Di daerah saya sampai saat ini masih belum ada. Masih belum merata atau belum sampai ke tempat kami, kami juga belum tahu,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Sementara itu, di Kota Palangka Raya, pelaksanaan Program MBG untuk sementara dihentikan selama masa libur sekolah. Penghentian dilakukan sejak pembagian rapor kenaikan kelas hingga peserta didik kembali masuk sekolah pada 13 Juli 2026 mendatang.
Kepala SDN 1 Menteng Palangka Raya, Deni, mengatakan penghentian sementara layanan MBG mengacu pada surat edaran dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Selama masa libur semester, tidak ada pelayanan MBG bagi peserta didik maupun penerima manfaat lainnya.
“Sesuai surat edaran dari Kepala BGN, selama libur semester tidak ada pelayanan MBG untuk peserta didik dan nonpeserta didik,” katanya, Jumat, 19 Juni 2026.
Deni menilai Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program unggulan pemerintah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun generasi emas Indonesia. Menurutnya, program tersebut merupakan investasi besar dalam pengembangan sumber daya manusia di masa depan.
Program MBG memberikan berbagai manfaat bagi peserta didik, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi harian. Asupan makanan yang seimbang dapat meningkatkan kesehatan, daya tahan tubuh, serta mengurangi risiko kekurangan gizi yang berpotensi menghambat tumbuh kembang anak usia sekolah.
Selain berdampak pada kesehatan, program tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Ketersediaan makanan bergizi di sekolah membantu meningkatkan konsentrasi, fokus, dan kesiapan belajar peserta didik sehingga mereka lebih aktif mengikuti proses pembelajaran.
Berbagai hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik yang memperoleh asupan makanan bergizi memiliki tingkat kehadiran yang lebih baik, semangat belajar yang meningkat, serta kemampuan menyerap materi pelajaran yang lebih optimal. Manfaat tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
Ke depan, Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar puluhan juta penerima manfaat di Indonesia diharapkan tidak hanya berfokus pada perluasan cakupan layanan dan pembangunan jaringan dapur serta distribusi nasional. Program ini juga perlu didukung tata kelola yang baik, pengawasan yang ketat, serta ketepatan sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta didik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....