Memahami Kekeliruan dalam Ibadah Qurban
- 26 Mei 2026 14:42 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menjelang Hari Raya Iduladha, masyarakat diingatkan untuk memahami tata cara ibadah qurban sesuai syariat agar tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaannya. Hal tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Selasa, 26 Mei 2026, bersama narasumber Ahmad Hanafi,S.E.I.,M.E, Siti Fatimah, dan Marshanda.
Ahmad Hanafi menjelaskan, waktu penyembelihan hewan qurban telah ditentukan dalam syariat, yakni setelah salat Iduladha hingga berakhirnya hari tasyrik. Menurutnya, penyembelihan di luar waktu tersebut tidak lagi dihitung sebagai ibadah qurban, melainkan hanya sebatas sedekah biasa meskipun dagingnya tetap halal untuk dibagikan dan dikonsumsi.
Ia juga mengingatkan sunnah bagi orang yang berqurban untuk tidak memotong rambut dan kuku sebelum penyembelihan dilakukan.Selain itu, Ahmad Hanafi menyoroti kekeliruan terkait pemberian upah panitia qurban. Ia menegaskan bahwa panitia tidak diperbolehkan menerima bagian hewan qurban sebagai upah yang diperjanjikan sejak awal.
"Namun, panitia tetap boleh menerima daging qurban apabila diberikan sebagai hadiah setelah proses penyembelihan selesai. Menurutnya, hal tersebut penting dipahami agar pelaksanaan qurban tetap sesuai ketentuan agama," katanya.
Sementara itu, Siti Fatimah meluruskan anggapan bahwa penyembelihan kapan saja tetap dianggap qurban selama niatnya baik. Ia menegaskan bahwa qurban hanya sah dilakukan setelah salat Iduladha dan dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Ia juga menjelaskan bahwa orang yang berqurban diperbolehkan memakan daging qurbannya sendiri, sebagaimana dianjurkan dalam Al-Qur’an.
Lebih lanjut, Siti Fatimah menyebut pembagian daging qurban tidak wajib dilakukan dengan komposisi sepertiga untuk dimakan, sepertiga disedekahkan, dan sepertiga disimpan. Menurutnya, pembagian tersebut hanyalah anjuran ulama untuk memudahkan umat dalam berbagi, bukan aturan baku yang mengikat.
Marshanda, narasumber lainnya juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan saat pelaksanaan qurban, "termasuk tidak membuang limbah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik," ujarnya. Ia menegaskan bahwa hakikat qurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan juga melatih keikhlasan, kepedulian sosial, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....