Memaknai Filosofi Simbol Ibadah Haji
- 24 Mei 2026 09:13 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya -Ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga sarat dengan simbol dan pelajaran kehidupan. Dalam program “Mutiara Pagi” Pro1 RRI Palangka Raya, Minggu, 24 Mei 2026, Mujibah, S.Ag menjelaskan bahwa setiap rangkaian ibadah haji mengandung nilai kesederhanaan, kesetaraan, hingga refleksi diri bagi umat Muslim.
Menurut Mujibah, pakaian ihram berwarna putih melambangkan kesucian hati dan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT. “Kita dilahirkan dalam keadaan suci dan kelak kembali kepada Allah juga dalam balutan kain putih. Di hadapan Allah tidak ada perbedaan jabatan, kekayaan, ataupun status sosial,” ujarnya. Ia menambahkan, warna putih bukan sekadar simbol kosong, tetapi menggambarkan hati yang bersih dan dipenuhi cahaya keimanan.
| Baca juga: Memaknai Dibalik Pelaksanaan Ibadah Qurban |
Ia juga menjelaskan makna dua lembar kain ihram yang digunakan jamaah laki-laki. Kain tersebut mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan kebutuhan spiritual. “Manusia memang memerlukan materi untuk hidup, tetapi juga membutuhkan ilmu dan amal untuk bekal akhirat. Ihram mengajarkan kita hidup sederhana, rendah hati, dan tidak berlebihan,” katanya.
Selain ihram, Mujibah menuturkan bahwa tawaf mengandung filosofi kehidupan yang terus berputar dan penuh ujian. Menurutnya, kesuksesan tidak selalu berjalan lurus, melainkan melalui proses, kesabaran, dan keteguhan iman. “Tawaf mengajarkan konsistensi. Jangan keluar dari lingkaran perjuangan sebelum tujuan tercapai,” ucapnya.
Ia menambahkan, dalam tawaf juga terdapat makna taubat dan evaluasi diri. Ketika jamaah batal wudhu saat tawaf, mereka harus bersuci kembali lalu melanjutkan putaran yang tertunda. Hal itu, menurut Mujibah, menjadi simbol bahwa manusia harus berani mengakui kesalahan, memperbaiki diri, dan terus melanjutkan perjalanan hidup dengan lebih baik.
Di akhir dialog, Mujibah menyimpulkan bahwa inti dari simbol-simbol ibadah haji adalah kesederhanaan dan keseimbangan hidup. “Tujuan akhirnya adalah mencapai kebahagiaan yang otentik, yaitu kebahagiaan lahir dan batin yang diridhai Allah SWT,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....