Etos Kerja Islami di tengah Tantangan Zaman

  • 05 Mei 2026 05:51 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Etos kerja dalam perspektif Islam menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan dunia kerja modern. Hal ini disampaikan oleh Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E dalam program Mutiara Pagi Pro1 Radio Republik Indonesia Palangka Raya, Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam tausiahnya, Ahmad Hanafi menyoroti fenomena yang masih kerap terjadi di masyarakat, yakni orientasi bekerja semata-mata pada hasil tanpa memperhatikan aspek kehalalan. “Kadang orang berpikir seperti ini, yang penting dapat uang dulu, urusan halal atau tidak itu nanti saja," ucapnya.

Dalam Islam, bekerja bukan hanya tentang hasil atau uang yang didapatkan. "Bekerja bisa dilihat dari cara dan nilai yang dibawa, bagaimana cara mendapatkannya, serta keberkahan di dalamnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Islam memandang kerja sebagai bagian dari ibadah apabila dilandasi dengan niat yang benar. Menurutnya, setiap aktivitas pekerjaan memiliki nilai spiritual ketika diniatkan untuk kebaikan.

“Islam mengajarkan kepada kita bahwa bekerja itu bukan sekadar mencari uang. Ketika seseorang bekerja dengan niat menafkahi keluarga, maka itu bernilai ibadah,” katanya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan berbagai profesi, termasuk pekerjaan sederhana, tetap memiliki nilai mulia selama dilakukan dengan keikhlasan dan tujuan yang baik. “Menjadi pekerja seperti office boy sekalipun, ketika dilakukan agar tidak menjadi beban orang lain, itu adalah ibadah. Jadilah orang yang selalu bermanfaat bagi diri sendiri dan orang di sekitarnya,” ujarnya.

Ahmad Hanafi juga mengingatkan bahwa etos kerja Islami tidak hanya soal kerajinan, tetapi juga menjaga nilai iman dan integritas. Ia menilai salah satu krisis terbesar dalam dunia kerja saat ini adalah kurangnya kejujuran.

“Salah satu krisis terbesar hari ini bukan kurangnya orang pintar, tetapi kurangnya orang jujur. Padahal Allah memerintahkan kita untuk menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya profesionalitas dan totalitas dalam bekerja. Menurutnya, seorang pekerja yang baik akan tetap memberikan hasil terbaik meskipun tidak diawasi.

“Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya. Seorang pekerja yang baik adalah yang bekerja secara totalitas dan berkualitas, memberikan yang terbaik meskipun tidak ada yang melihat, karena ia sadar Allah Maha Melihat,” ujarnya.

Di tengah perkembangan zaman, ia juga mengingatkan berbagai godaan dalam dunia kerja, seperti praktik korupsi, riba, hingga perjudian online, yang sering dianggap sebagai jalan pintas memperoleh penghasilan. Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam bekerja, sehingga tidak hanya memperoleh hasil secara materi, tetapi juga keberkahan dan ketenangan hidup.

Dengan demikian, etos kerja Islami diharapkan mampu menjadi solusi. Ini bisa terwujud dalam membangun karakter pekerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....