Unand Soroti Tren Perlambatan Ekonomi Sumbar
- 21 Feb 2026 14:29 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) menyoroti pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tahun 2025 yang tercatat sebesar 3,37 persen berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Sumatera Barat. Capaian tersebut menandakan ekonomi tetap tumbuh, namun secara historis memperlihatkan kecenderungan perlambatan yang berlangsung lebih dari satu dekade.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus Wakil Rektor II Unand, Dr. Hefrizal Handra mengatakan, di awal 2010-an, laju pertumbuhan ekonomi daerah ini masih mampu menembus angka di atas 6 persen. Setelah itu, angkanya turun 5 persen, kemudian berada di level 4 persen, dan dalam beberapa tahun terakhir mendekati 3 persen.
“Pergerakan ini berlangsung bertahap dan konsisten, sehingga tidak bisa disebut sebagai gejolak sesaat. Ini mencerminkan perlambatan yang bersifat jangka panjang," ucapnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Hefrizal menyebutkan pemulihan ekonomi pasca pandemi tidak sepenuhnya mengembalikan laju pertumbuhan ke level sebelumnya. “Jika hanya siklus bisnis, seharusnya kita bisa kembali ke kisaran 5-6 persen, namun kenyataannya tidak demikian,” katanya.
Dari sisi pengeluaran kata Hefrizal, terjadi perubahan komposisi dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat. Porsi konsumsi rumah tangga menurun dalam satu dekade terakhir, net ekspor meningkat, sementara investasi cenderung stagnan tanpa mendorong akselerasi signifikan.
Ia menyampaikan tantangan utama tidak semata-mata terletak pada besarnya komponen pengeluaran. Permasalahan mendasar ada pada struktur produksi yang belum mengalami transformasi berarti.
"Struktur lapangan usaha Sumatera Barat dinilai masih didominasi sektor primer seperti pertanian dengan proses hilirisasi yang berjalan lambat, sementara industri pengolahan belum memperkuat kontribusi dan sektor pariwisata belum menjadi motor baru pertumbuhan," kata Hefrizal. "Tanpa penguatan industrialisasi, hilirisasi pertanian yang serius serta peningkatan produktivitas jasa dan pariwisata, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat diperkirakan tetap berada di kisaran 3-4 persen."