Kabut Asap Ancam F1 Singapura, Langkah Antisipasi Disiapkan

  • 21 Agt 2026 17:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Singapura mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kabut asap lintas batas menjelang Formula 1 Grand Prix Singapura 2026.
  • Penyelenggara F1 GP Singapura memasukkan skenario kabut asap dalam rencana kontingensi dan melakukan koordinasi dengan lembaga pemerintah.
  • Penyelenggara akan mempertimbangkan keputusan berdasarkan dampak kabut asap terhadap jarak pandang, kesehatan masyarakat, dan operasional acara.

RRI.CO.ID, Jakarta – Singapura mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kabut asap lintas batas jelang F1 GP Singapura 2026. Pihak penyelenggara menyiapkan langkah antisipasi dan memasukkan potensi kabut asap dalam rencana kontingensi.

Penyelenggara berkoordinasi dengan lembaga pemerintah dengan mempertimbangkan dampak kabut asap terhadap jarak pandang, kesehatan masyarakat, dan operasional acara. "Singapore GP akan bekerja sama dengan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan bersama,” ujar juru bicara Singapore GP, dikutip dari CNA.

Langkah tersebut disiapkan di tengah meningkatnya risiko kabut asap lintas batas pada paruh kedua tahun ini. Badan Meteorologi Singapura memperingatkan kondisi berkabut dapat terjadi jika kebakaran di Sumatra dan Kalimantan semakin meluas.

Saat ini, Indeks Standar Polutan (PSI) di Singapura berada pada kategori sedang, yakni 51 hingga 100. Kondisi tersebut masih berada di bawah ambang kategori tidak sehat, yang dimulai dari angka 101.

Berkaca pada tahun 2019, penyelenggara bekerja sama Haze Task Force selaku gugus tugas yang menangani dampak kabut asap. Langkah yang disiapkan mencakup penyampaian informasi kondisi kabut asap serta penyediaan bantuan medis dan masker N95.

Setiap lembaga terkait juga memiliki rencana tindakan berdasarkan tingkat keparahan kabut asap. Hal tersebut akan disesuaikan dengan tingkat PSI dalam 24 jam dan pembacaan konsentrasi PM2.5 setiap jam.

Selain GP Singapura, sejumlah acara luar ruang lainnya juga menyiapkan berbagai skenario. Kegiatan luar ruangan dapat dibatasi, dipindahkan, atau dibatalkan jika kondisi kualitas udara dinilai tidak memungkinkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....