Formula 1 GP Singapura 2026 Berpotensi Terdampak Kabut Asap dari Indonesia
- 21 Agt 2026 11:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kabut asap akibat karhutla di indonesia meluas hingga ke sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
- Otoritas Singapura menilai risiko kabut asap menjelang Formula 1 Grand Prix Singapura tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
- Balapan belum tentu batal, namun kemungkinan akan berlangsung dalan kondisi berkabut jika karhutla di Indonesia masih meluas.
RRI.CO.ID, Jakarta – Potensi kabut asap (haze) menjadi perhatian menjelang Formula 1 Grand Prix Singapura tahun ini. Melansir CNA, otoritas setempat menilai risiko kabut asap lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ancaman serupa pernah terjadi pada GP Singapura 2019 akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kualitas udara saat itu memburuk hingga masuk kategori tidak sehat selama akhir pekan balapan.
Bau asap juga tercium di sekitar area sirkuit selama balapan. Meski demikian, sekitar 268 ribu penonton tetap hadir menyaksikan.
Panitia saat itu menyiagakan petugas pertolongan pertama dan menyediakan masker N95 bagi penonton. Masker N95 juga disediakan bagi penonton yang membutuhkannya selama berada di area sirkuit.
Tahun ini, risiko kabut asap kembali meningkat seiring kondisi kekeringan yang diperkirakan masih terus melanda Indonesia. Badan Meteorologi Singapura memperingatkan kondisi berkabut dapat terjadi jika kebakaran di Sumatra dan Kalimantan semakin meluas.
Masih melansir CNA, Indeks Standar Polutan (PSI) Singapura meningkat tipis sepanjang pekan ini dan masih berada pada kategori sedang, yakni 51 hingga 100. Kualitas udara masuk kategori tidak sehat ketika PSI melebihi 100, sangat tidak sehat di atas 200, dan berbahaya di atas 300.
Karena itu, pihak penyelenggara GP Singapura memasukkan potensi haze dalam rencana kontingensi. Rencana tersebut disusun bersama pemangku kepentingan dan sejumlah lembaga pemerintah.
“GP Singapura akan bekerja sama dengan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan bersama,” ujar juru bicara Singapore GP pada 17 Agustus 2026. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan dampak kabut asap terhadap jarak pandang, kesehatan masyarakat, dan operasional balapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....