FIA Kaji Mesin V8 Baru dan Akhiri Era Tim Pelanggan Mulai Formula 1 Musim 2031

  • 08 Jul 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • FIA mempertimbangkan penggunaan mesin V8 tanpa turbo dari pihak ketiga mulai musim Formula 1 2031 untuk mengurangi biaya produksi dan bobot mobil.
  • Perubahan regulasi ini bertujuan mengakhiri sistem tim pelanggan dan menciptakan kompetisi yang lebih adil dengan memungkinkan semua tim menggunakan mesin independen berkualitas sama.
  • Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem dan CEO Formula 1 Stefano Domenicali mendukung perubahan ini untuk mengatasi pengaruh pabrikan dalam mendikte arah perkembangan olahraga.

RRI.CO.ID, Jakarta – Federasi Otomotif Internasional (FIA) mempertimbangkan penggunaan mesin pihak ketiga mulai musim Formula 1 2031. Langkah itu sejalan dengan rencana beralih ke mesin V8 yang lebih ringan dan murah.

Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem dan CEO Formula 1 Stefano Domenicali mendukung perubahan regulasi tersebut. Keduanya menginginkan mesin yang lebih sederhana, ringan, dan menghasilkan suara lebih lantang.

Konsep yang dipertimbangkan ialah mesin V8 tanpa turbo dengan unit listrik berukuran lebih kecil. Skema itu diharapkan dapat memangkas biaya produksi sekaligus mengurangi bobot mobil.

Menurut Ben Sulayem, perubahan tersebut juga dapat mengatasi persoalan hubungan antartim di Formula 1. Selama ini, sejumlah tim pelanggan bergantung pada pasokan mesin dari pabrikan tertentu.

Isu tersebut kembali mencuat setelah CEO McLaren, Zak Brown, menyampaikan kekhawatirannya kepada FIA. Ia menyoroti aliansi beberapa tim yang dinilai berpotensi memengaruhi persaingan di lintasan.

Persoalan itu kembali menjadi sorotan setelah pabrikan Mercedes berminat membeli 24 persen kepemilikan saham tim Alpine. Namun, negosiasi tersebut tidak mencapai kesepakatan karena Mercedes menganggap nilai yang diminta terlalu mahal.

FIA menilai mesin yang lebih murah memungkinkan tim membangun mesin sendiri atau memakai pasokan independen. Cara itu berpotensi mengakhiri sistem tim pelanggan di Formula 1.

“Tidak akan ada lagi tim utama yang mengendalikan tim kedua melalui pasokan mesin. Jika biayanya terjangkau, semua tim kedua dapat memakai mesin yang sama,” ujar Ben Sulayem.

Menurutnya, langkah tersebut mencegah pemasok memengaruhi keputusan tim melalui pasokan mesin. Ia mengatakan kondisi itu dapat menciptakan persaingan yang lebih adil bagi seluruh peserta.

Sementara itu, Domenicali sebelumnya juga mendukung opsi mesin independen atau white label bagi tim peserta. CEO Formula 1 itu menilai pendekatan tersebut membuat F1 lebih fleksibel menghadapi perubahan kebijakan pabrikan.

“Pabrikan sangat penting bagi apa yang kami lakukan di Formula 1. Namun, kami tidak boleh lagi membiarkan pabrikan mendikte arah perkembangan olahraga ini,” kata Domenicali.

Saat ini pabrikan Mercedes memasok mesin untuk McLaren, Williams, dan Alpine. Ferrari memasok Haas serta Cadillac, sedangkan Red Bull melayani Red Bull Racing dan Racing Bulls.

Regulasi mesin baru ini diperkirakan berlaku mulai 2031 setelah kesepakatan saat ini berakhir. Namun, FIA masih berupaya mencapai kesepakatan bersama seluruh pabrikan sebelum aturan diterapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....