FIA Terapkan Aturan Baru untuk GP Monako 2026, 'Straight Mode' Ditiadakan?
- 31 Mei 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- FIA menghapus penggunaan Straight Mode (active aerodynamics) di GP Monako 2026 demi alasan keselamatan dan karakter lintasan yang sempit.
- FIA menerapkan mode mesin khusus Rev1 yang membatasi distribusi tenaga listrik MGU-K lebih cepat dibanding pengaturan standar.
RRI.CO.ID, Jakarta – GP Monako selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu balapan yang menantang dalam kalender Formula 1. Musim 2026, tantangan di jalanan Monte-Carlo akan berbeda, setelah Federation Internationale de l’Automobile (FIA) menerapkan sejumlah aturan teknis baru.
FIA Hapus Active Aerodynamics di GP Monako 2026
Melansir motorsport.com, perubahan terbesar adalah ditiadakannya penggunaan active aerodynamics atau Straight Mode sepanjang akhir pekan GP Monako 2026. Straight Mode merupakan sistem aero aktif yang diperkenalkan pada regulasi Formula 1 2026 sebagai pengganti Drag Reduction System (DRS).
Waktu diaktifkan, sayap depan dan belakang mobil akan berubah ke konfigurasi rendah hambatan (low drag). Sehingga mobil dapat mencapai kecepatan lebih tinggi di lintasan lurus (straights).
Biasanya FIA menetapkan zona aktivasinya pada beberapa bagian sirkuit. Namun untuk GP Monako, FIA memutuskan tidak menyediakan satu pun zona aktivasi Straight Mode.
| Baca juga: FIA Hapus Aturan Dua Kali Pit Stop di Monako |
Keputusannya diambil karena karakteristik Sirkuit Monte-Carlo yang sempit, banyak tikungan, serta minim area run-off. FIA menilai tidak ada bagian lintasan yang memenuhi kriteria keselamatan untuk mengaktifkan sistem tersebut.
Selain itu, penggunaan Straight Mode berpotensi membuat mobil memasuki area pengereman di Tikungan Sainte-Devote dengan kecepatan yang terlalu tinggi. Padahal sektor itu membutuhkan tingkat downforce maksimum untuk menjaga stabilitas mobil dan mencegah terjadinya lock-up saat mengerem.

Dalam dokumen resmi FIA untuk GP Monako 2026 pun tidak mencantumkan zona aktivasi Straight Mode. Jadi seluruh tim harus menggunakan konfigurasi aerodinamika normal sepanjang pekan GP Monako berlangsung.
Menerapkan Mode Mesin Baru untuk Membatasi Kecepatan
Tidak hanya menghapus Straight Mode, FIA juga memperkenalkan pemetaan mesin khusus bernama "Rev1" untuk GP Monako. Pengaturan ini tujuannya untuk membatasi top speed yang dihasilkan oleh sistem hybrid generasi baru.
Karakteristik sirkuit yang banyak zona pengereman, mobil dapat mengisi ulang energi baterai secara efektif. Sehingga, berpotensi menghasilkan akselerasi yang terlalu besar di lintasan yang sempit. Karena itu, FIA memutuskan untuk membatasi cara tenaga listrik dari power unit MGU-K digunakan selama balapan.
Cara kerjanya, pengaturan standar musim 2026, MGU-K mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 350 kW hingga kecepatan 290 km/jam. Setelah itu, daya listrik akan berkurang secara bertahap hingga akhirnya mencapai nol pada sekitar 345 km/jam.
Khusus untuk GP Monako, FIA menerapkan kurva distribusi tenaga yang berbeda melalui mode Rev1. Dalam pengaturan ini, tenaga maksimum 350 kW hanya tersedia hingga kecepatan 200 km/jam.
Setelah melewati angka tersebut, proses pengurangan tenaga atau clipping akan dimulai lebih cepat. Pada kecepatan sekitar 270 km/jam, hasil keluaran MGU-K diperkirakan hanya tersisa sekitar 100 kW.
Ketika mobil mencapai 300 km/jam, kontribusi tenaga listrik dari baterai akan berhenti penuh. Artinya, tenaga listrik akan berkurang jauh lebih cepat dibandingkan pengaturan standar yang baru mulai mengalami pengurangan pada 290 km/jam.
Perubahan pada Overtake Mode
Dalam mode standar, sistem overtake memungkinkan penggunaan tenaga listrik lebih lama pada kecepatan tinggi. Di Monako, batas penggunaannya diturunkan, sehingga tenaga listrik tambahan hanya dapat digunakan hingga sekitar 310 km/jam.
Meski demikian, kurva clipping pada Overtake Mode dibuat lebih landai dibanding mode standar. Akibatnya, pembalap masih bisa mendapat tambahan tenaga listrik yang lebih besar pada rentang kecepatan menengah.
Sebagai contoh, pada kecepatan sekitar 260 km/jam, mode standar hanya menghasilkan sekitar 150 kW. Sementara Overtake Mode masih mampu memberikan tambahan tenaga hampir 100 kW lebih besar.
Meskipun penggunaan tenaga listriknya menjadi terbatas, GP Monako diperkirakan tidak bakal mengalami masalah pengelolaan energi yang berarti. Banyaknya zona pengereman memungkinkan baterai terisi ulang secara konsisten sepanjang putaran.
Kondisi tersebut membuat fenomena lift-and-coast maupun penghematan energi ekstrem yang sempat muncul pada beberapa seri awal musim kemungkinan tidak akan terlalu dominan di Monte-Carlo.
Perubahan regulasi ini juga dapat memengaruhi karakter balapan secara keseluruhan. Mobil musim 2026 yang lebih kecil, ditambah pengaturan energi yang berbeda dan absennya Straight Mode, bisa saja berpotensi menciptakan peluang menyalip yang lebih baik.
Namun sempitnya lintasan Monte-Carlo tetap menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, setiap peluang menyalip pada GP Monako 2026 akan menjadi momen yang sangat berharga sekaligus berisiko.
Pekan balapan Formula 1 GP Monako sendiri akan digelar mulai Jumat, 5 Juni hingga Minggu, 7 Juni 2026. Kira-kira seberapa besar pengaruh perubahan aturan ini nantinya?
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....