Rencana FIA Kembalikan Mesin V8 di Formula 1 Musim 2030
- 13 Mei 2026 15:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ben Sulayem targetkan mesin V8 kembali digunakan paling cepat pada musim 2030.
- Mesin V8 dinilai lebih ringan dan sederhana namun tetap bertenaga besar.
- Tujuannya juga demi menyederhanakan regulasi F1 musim ini yang terlanjur rumit.
RRI.CO.ID, Jakarta – Formula 1 berencana kembali memakai mesin V8 mulai musim 2031. Regulasi baru itu bahkan berpeluang diterapkan lebih cepat pada musim 2030.
Melansir laman Reuters, Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menyebut perubahan itu hanya tinggal menunggu waktu. Hal ini membuat rencana transisi tersebut semakin nyata.
"Ini pasti akan terjadi. Sekarang tinggal menunggu waktunya saja,” ujar Ben Sulayem di Grand Prix Miami beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan tujuan utama perubahan aturan ialah membuat F1 lebih sederhana dibanding sekarang. Mesin V8 dinilai lebih ringan, lebih sederhana, namun tetap bertenaga besar dan menghasilkan suara lebih nyaring.
F1 musim 2026 saat ini memang memasuki era regulasi mesin baru. Dengan pembagian 50 banding 50 antara penggunaan tenaga listrik dan bahan bakar.
Namun, regulasi itu dikenal dengan regulasi yang belum matang. Sejumlah pembalap mulai mengkritik karena dianggap terlalu rumit.
Selain itu, perbedaan kecepatan mobil dan aspek keselamatan saat balapan berlangsung juga menjadi perhatian. Apalagi Penggemar kini juga harus memahami istilah teknis baru seperti 'superclipping' yang berkaitan dengan pengaturan energi mobil.
Sulayem sebelumnya pernah mendukung penggunaan kembali mesin V8 maupun V10 di F1. Kini, menurutnya, penolakan terhadap ide tersebut mulai berkurang dibanding sebelumnya.
Meski demikian, opsi mesin V10 dinilai lebih sulit diterapkan. Oleh karena itu, FIA lebih memilih mesin V8 di masa depan.
"Misinya adalah membuat F1 lebih sederhana. Tidak serumit sekarang,” kata Sulayem.
Mesin V8 terakhir kali dipakai di F1 pada periode 2006 hingga 2013. Setelah itu, beralih memakai mesin hybrid V6 turbo 1,6 liter.
Mesin Cosworth DFV V8 juga pernah mendominasi F1 sejak akhir 1960-an hingga awal 1980-an. "Anda akan mendapatkan suara bagus, bobot ringan, dan sistem yang lebih sederhana,” ujar Ben Sulayem mengenai mesin V8.
Musim 2026 ini, Mercedes berperan sebagai memasok mesin untuk empat tim di grid. Sementara itu, Ferrari memasok tiga tim, dan Red Bull bekerja sama dengan Ford untuk dua tim.
Honda dan Audi masing-masing mendukung satu tim pada regulasi mesin terbaru Formula One. General Motors juga sedang mengembangkan mesin sendiri untuk tim Cadillac.
Sulayem optimis mayoritas produsen akan mendukung penggunaan mesin V8 pada masa depan. “Kalaupun 2030 gagal disetujui oleh mereka, maka pada 2031 perubahan itu akan tetap terjadi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....