F1 Revisi Regulasi Mesin Baru jelang GP Miami

  • 21 Apr 2026 14:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Formula 1 menetapkan serangkaian perubahan terkait aturan mesin baru usai menuai banyak kritik dari pembalap.
  • Perubahan disahkan dalam rapat Komisi F1 yang melibatkan kepala tim, F1, dan FIA pada Senin, 20 April 2026.
  • Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, menyebut revisi dilakukan secara terukur dan hati-hati.

RRI.CO.ID, Jakarta – Formula 1 menetapkan serangkaian perubahan terkait aturan mesin baru usai menuai banyak kritik dari pembalap. Perbaikan itu ditujukan untuk menjaga aksi balap tetap maksimal dan aman.

Regulasi mesin musim 2026 ini memakai porsi tenaga hampir seimbang antara mesin bakar dan listrik. Kondisi itu membuat pengelolaan energi menjadi sangat dominan di atas lintasan.

Sejumlah pebalap menilai kemampuan mengemudi mereka justru berkurang karena aturan baru tersebut. Juara dunia empat kali, Max Verstappen, bahkan menyinggung masa depannya di F1.

Pembalap Red Bull itu menyatakan akan mempertimbangkan kelanjutan kariernya karena tidak puas dengan karakter mobil baru. Keluhan itu mendorong pembahasan intensif antara tim, pebalap, dan Federasi Otomotif Internasional atau FIA.

Perubahan kemudian disahkan dalam rapat Komisi F1 yang melibatkan kepala tim, F1, dan FIA pada Senin, 20 April 2026. Namun, keputusan itu masih menunggu pengesahan akhir dari Dewan Dunia FIA.

Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, menyebut revisi dilakukan secara terukur dan hati-hati. Ia menyebut kesebelas tim yang berkompetisi di F1 memiliki tujuan yang sama.

"Kita semua memiliki tujuan yang sama. Yaitu meningkatkan produk, menghadirkan balapan yang murni kompetitif, dan melihat apa yang bisa ditingkatkan dari sisi keselamatan,” ujarnya.

Perubahan Aturan Mesin Baru

Pada sesi kualifikasi, FIA ingin mengurangi kebutuhan pengisian ulang energi berlebihan. Pebalap sebelumnya kerap mengangkat pedal gas sebelum tikungan demi memanen energi.

Batas energi isi ulang per lap dipangkas dari 8 MJ menjadi 7 MJ. Langkah itu diharapkan membuat pembalap melaju lebih lama dengan kekuatan penuh.

Daya pemulihan saat throttle penuh tanpa bantuan baterai juga dinaikkan menjadi 350 kW. Sebelumnya, batas kondisi tersebut hanya berada di angka 250 kW.

Untuk balapan, FIA ingin menekan selisih kecepatan ekstrem antarmobil. Situasi itu dinilai berbahaya ketika satu mobil penuh tenaga, sementara yang lainnya kehabisan daya listrik.

Mode boost sekarang dibatasi hingga 150 kW, kecuali jika tenaga aktif mobil sudah lebih tinggi. Sementara daya listrik 350 kW hanya bisa digunakan di area akselerasi yang telah ditentukan.

Selain itu, dalam kondisi basah, suhu tyre blanket dinaikkan agar cengkeraman awal lebih baik. FIA juga menyiapkan uji prosedur start baru pada Grand Prix Miami yang akan berlangsung Minggu, 3 Mei 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....