F1 Terapkan Prosedur Start Baru di GP Australia

  • 05 Mar 2026 21:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Melbourne – Formula 1 memperkenalkan prosedur start baru jelang Grand Prix Australia akhir pekan ini demi alasan keselamatan. Aturan ini telah diuji pada tes pramusim di Bahrain sebelum resmi diberlakukan di Melbourne.

Balapan di Sirkuit Albert Park pada Minggu, 8 Maret 2026, itu akan menjadi ajang debut penundaan lima detik sebelum lampu start menyala. Penundaan itu memberi waktu tambahan bagi pembalap barisan belakang untuk menyiapkan mobil dengan unit daya baru.

Sebelumnya, kekhawatiran muncul akibat waktu putaran turbo yang lebih lambat. Kondisi itu berpotensi mengganggu akselerasi mobil saat start.

Penghapusan Motor Generator Unit – Heat (MGU-H) dari konfigurasi mesin turut memengaruhi respons turbo. Komponen itu berfungsi untuk membantu menaikkan putaran turbo dengan memakai energi tersimpan.

Tanpa dukungan komponen tersebut, pembalap membutuhkan putaran mesin yang lebih tinggi. Jika tidak tercapai, mobil berisiko mengalami anti-stall atau start lebih lambat.

Pada balapan pertama nanti, akan ada jeda lima detik setelah seluruh mobil menempati grid. Jeda dimulai usai bendera hijau dikibarkan di belakang grid.

Panel biru berkedip pada gantry start akan menyertai penundaan tersebut. Setelah itu, lampu start kembali bekerja seperti biasa.

Sebagian besar tim menyetujui langkah ini saat simulasi start di Bahrain. Namun, Ferrari sempat menilai isu tersebut sudah lama diprediksi.

Tim asal Maranello itu dikabarkan memakai turbo berukuran lebih kecil. Keputusan tersebut membantu mereka unggul dalam akselerasi awal.

Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, menilai sistem baru ini akan membuat persiapan balapan menjadi lebih mudah. Namun, ia menegaskan pembalap harus mengatur waktu dan tekanan turbo dengan tepat agar tidak mengalami start yang buruk.

“Jelas, sekarang dengan adanya panel biru itu sedikit lebih mudah. Namun, menentukan waktu yang tepat dan membangun tekanan turbo pada momen yang sesuai tetap akan sangat krusial,” ujarnya.

Sementara itu, rekan satu tim Antonelli, George Russell, menilai penerapan regulasi baru F1 2026 membuat kondisi semakin kompleks. Salah satunya adalah aspek start balapan yang akan berbeda dari musim-musim sebelumnya.

“Ada sangat banyak hal yang belum diketahui, termasuk soal start balapan yang menantang. Banyak rintangan yang harus kami hadapi sepanjang musim,” ujar Russell.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....