NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi Sepak Takraw dengan ASTAF
- 03 Okt 2026 12:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NOC Indonesia memperkuat kolaborasi pengembangan sepak takraw bersama PB PSTI dan ASTAF.
- Tim sepak takraw Indonesia meraih perak setelah kalah dari Jepang dalam final Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
- Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027 di Makassar.
RRI.CO.ID, Nagoya – NOC Indonesia memperkuat kolaborasi pengembangan sepak takraw nasional bersama PB PSTI dan ASTAF. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat prestasi atlet sekaligus hubungan Indonesia dengan komunitas sepak takraw internasional.
Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari bertemu Presiden ASTAF Dato’ Abdul Halim Kader di Nagoya. Pertemuan berlangsung di sela pertandingan sepak takraw Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Presiden ASTAF mengapresiasi dukungan Indonesia terhadap perkembangan sepak takraw serta perubahan positif dalam pengelolaannya. Apresiasi khusus juga diberikan kepada Ketua Umum PB PSTI Surianto atas perkembangan sepak takraw Indonesia.
Okto mengatakan perkembangan sepak takraw tidak hanya penting dalam mengejar prestasi di berbagai kejuaraan. Menurutnya, perkembangan tersebut juga menjadi bagian penguatan ekosistem olahraga nasional dan hubungan dengan federasi internasional.
“Sepaktakraw adalah salah satu cabang olahraga yang memiliki tradisi dan prestasi kuat bagi Indonesia. Karena itu, kita ingin memastikan perkembangannya terus berjalan,” ujarnya.
Okto mengatakan perkembangan tersebut mencakup prestasi atlet dan hubungan Indonesia dengan federasi internasional. Kolaborasi NOC Indonesia, PB PSTI, dan ASTAF dinilai penting untuk membawa sepak takraw semakin berkembang.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian NOC Indonesia terhadap perjuangan atlet Tim Indonesia. Okto turut menyaksikan langsung pertandingan final di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium.
Tim Indonesia akhirnya meraih medali perak setelah kalah dari Jepang dalam pertandingan tiga set. Jelki Ladada dan kawan-kawan kalah dengan skor 15-17, 15-9, dan 13-15.
Meski belum meraih emas, perjuangan Tim Indonesia mendapat apresiasi sebagai bagian pengembangan sepak takraw nasional. Okto menegaskan dukungan terhadap atlet tidak hanya diberikan ketika pertandingan berlangsung.
“Yang kita bangun bukan hanya prestasi untuk satu pertandingan atau satu Asian Games. Kita ingin membangun ekosistem yang berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, atlet harus mendapat dukungan dan federasi perlu terus diperkuat dalam proses pembinaan. Hubungan internasional juga perlu dijaga untuk mendukung keberlanjutan pengembangan olahraga Indonesia.
Pertemuan tersebut turut memperlihatkan hubungan Indonesia dengan komunitas sepak takraw Asia. Kerja sama internasional menjadi bagian pengembangan olahraga nasional, termasuk melalui penyelenggaraan kompetisi di Indonesia.
Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027 di Makassar. Ajang tersebut menjadi kesempatan memperkuat pengembangan sepak takraw Indonesia di tingkat internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....