Tembus Final, Srondeng Bidik Podium Lead Panjat Tebing Asian Games 2026

  • 02 Okt 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia meloloskan empat pemanjat ke final nomor lead Asian Games 2026, yakni Putra Tri Ramadani, Ramadhan Raviandi, Sukma Lintang Cahyani, dan Alma Ariella Tsany.
  • Srondeng menempati peringkat ketiga semifinal putra dengan 36 hold.
  • Putra Tri Ramadani atau Srondeng bertekad memperbaiki penampilannya di partai final.

RRI.CO.ID, Jakarta – Empat Atlet lead panjat tebing Indonesia tembus ke final nomor lead di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka adalah Putra Tri Ramadani, Ramadhan Raviandi, Sukma Lintang Cahyani, dan Alma Ariella Tsany.

Putra yang akrab disapa Srondeng menempati peringkat ketiga semifinal putra dengan 36 hold. Sementara itu, Raviandi berada di urutan ketujuh dengan 23 hold.

Di sektor putri, Sukma menempati peringkat keenam, sedangkan Alma berada di urutan ketujuh. Keduanya mencatatkan 39 hold untuk memastikan tempat di final yang berlangsung Sabtu, 3 September 2026 di Port Messe Nagoya Exhibition Hall, Jepang.

Srondeng mengakui jalur di semifinal cukup menantang karena kesalahan memilih pegangan memengaruhi pergerakannya. Jika saja ia memilih pegangan yang tepat, Srondeng mengatakan peluang mencapai posisi lebih tinggi bisa didapat.

“Sebenarnya tidak terlalu susah, cuma saya salah mengambil pegangan. Harusnya tadi saya mengambil pegangan di sebelah kiri, dari bawah,” kata Srondeng dari keterangan resmi yang diterima RRI.CO.ID, Jumat, 2 Oktober 2026.

Pemanjat berusia 20 tahun itu awalnya menargetkan top atau menyelesaikan jalur hingga bagian tertinggi. Meski belum tercapai di semifinal, ia berharap bisa menebus hasil tersebut pada final.

“Targetnya top, sampai atas. Cuma mungkin nanti di final bisa membalas lagi,” ujarnya.

Menatap partai final, Srondeng menilai persaingannya tidak jauh berbeda dari ajang World Climbing Series.“Kalau di Asian Games ini, persaingannya tidak jauh berbeda dengan World Cup, Jadi permainannya juga kurang lebih sama,” kata dia.

Pengalaman internasional menjadi bekal Srondeng menghadapi final, setelah meraih emas di Praha dan perunggu pada World Climbing Series 2026. Meski begitu, tampil pertama kali di Asian Games tetap menghadirkan tekanan tersendiri bagi pemanjat Indonesia tersebut.

“Ini pertama kali (tampil di Asian Games), sebenarnya lebih deg-degan. Hampir sama seperti pertama kali turun final di World Cup, deg-degannya luar biasa,” ujarnya.

Srondeng mengaku waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer pertandingan sangat terbatas. Karena itu, ia memilih fokus menjalani final dan memberikan kemampuan terbaiknya.

“Jadi kami perlu beradaptasi, tetapi waktunya juga sudah tidak banyak untuk adaptasi. Mau tidak mau harus langsung dijalani,” katanya.

Alih-alih membebani diri dengan target tinggi, Srondeng kini ingin memanfaatkan kesempatan final untuk bersaing meraih medali. Ia berharap bisa naik podium dan menerima apa pun hasil akhirnya.

“Target saya naik podium dulu saja. Berapa pun hasilnya, tetap saya syukuri,” ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....