Erick Thohir: Olahraga Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

  • 30 Jul 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Erick Thohir menegaskan olahraga tidak lagi dipandang sebagai beban anggaran negara, melainkan sebagai penggerak ekonomi nasional.
  • Industri olahraga dan sport tourism Indonesia mampu menciptakan berbagai peluang ekonomi yang signifikan bagi negara.
  • Indonesia Super Cup 2026 yang mempertemukan Chelsea FC dan AC Milan menjadi contoh nyata dampak ekonomi dari penyelenggaraan ajang olahraga internasional, mencakup peningkatan hiburan berkualitas dan promosi Indonesia di tingkat global.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menegaskan olahraga kini tidak lagi dipandang sebagai beban anggaran negara. Menurutnya, olahraga telah menjadi penggerak ekonomi nasional melalui industri olahraga dan sport tourism yang mampu menciptakan berbagai peluang ekonomi.

Erick mengatakan penyelenggaraan Indonesia Super Cup 2026 yang mempertemukan Chelsea FC dan AC Milan menjadi contoh nyata bagaimana sebuah ajang olahraga dapat memberikan dampak ekonomi. Pertandingan internasional tidak hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor usaha dan memperkuat promosi Indonesia di mata dunia.

"Jangan persepsi olahraga ini kayaknya jadi beban, semua mikirnya ini biaya, biaya, biaya. Padahal olahraga ini sudah menjadi revenue center, income tambahan buat negara," ucap Erick usai konferensi pers Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan setiap penyelenggaraan pertandingan internasional menghadirkan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penjualan tiket, transaksi bisnis, hingga penerimaan pajak. Kehadiran klub-klub besar dunia juga menjadi sarana promosi Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi penyelenggaraan ajang olahraga internasional.

Erick mengungkapkan pemerintah kini mulai menjadikan industri olahraga sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar sektor olahraga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

"Nah, karena itu juga di Kementerian Pemuda dan Olahraga sekarang sudah ada Deputi yang namanya Industri Olahraga. Bidang yang selama ini tidak pernah ada," ujarnya.

Deputi Bidang Industri Olahraga Kemenpora, Teuku Arlan Perkasa Lukman, mengatakan pemerintah berkomitmen mendukung penyelenggaraan event olahraga berskala internasional. Dukungan tersebut diimplementasikan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, mencakup berbagai aspek, mulai dari perizinan hingga fasilitas pendukung.

Arlan menegaskan, olahraga harus menjadi revenue center, bukan sekadar cost center. Karena nyatanya, kegiatan olahraga mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi.

"Event olahraga internasional tidak hanya menghadirkan hiburan atau spectator sport, tapi juga menjadi penggerak pariwisata. Melibatkan UMKM, meningkatkan hunian hotel, transportasi, mendatangkan investasi, serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Indonesia," kata Teuku Arlan.

Erick memastikan pemerintah akan terus mendukung promotor yang mampu menghadirkan ajang olahraga kelas dunia ke Indonesia. Menurutnya, sinergi pemerintah, federasi, dan sektor swasta menjadi kunci untuk memperkuat industri olahraga, menjadikan Indonesia tujuan sport tourism.

Indonesia Super Cup 2026 yang mempertemukan Chelsea FC kontra AC Milan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Laga akbar ini akan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....