Satria Muda Indonesia Bawa Misi Diplomasi Pencak Silat ke Portugal
- 13 Sep 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Satria Muda Indonesia membawa misi diplomasi pencak silat ke Portugal pada 14 September hingga 3 Oktober 2026.
- SMI akan mengenalkan pencak silat melalui pertunjukan di KBRI Lisabon, sekolah, kampus, dan Kota Porto.
- Misi ini juga mendukung pengembangan pencak silat sebagai olahraga serta upaya menuju pengakuan di Olimpiade.
RRI.CO.ID, Jakarta - Satria Muda Indonesia atau SMI akan membawa misi diplomasi pencak silat ke Portugal. Rombongan dijadwalkan berangkat Senin, 14 September, dan berada di Portugal hingga 3 Oktober.
Misi ini merupakan undangan dari KBRI Lisabon dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. SMI akan menampilkan pencak silat sekaligus mengenalkan olahraga bela diri tradisional Indonesia.
Sebanyak tujuh atlet atau peraga akan dibawa dalam rombongan tersebut. Mereka terdiri dari tiga atlet putra dan empat atlet putri, yang sebagian masih sekolah dan kuliah.
Rombongan juga didampingi tiga pelatih dan satu pengurus SMI. Para atlet akan menampilkan berbagai unsur pencak silat, mulai seni tunggal, ganda, hingga beregu.
Penampilan perdana dijadwalkan berlangsung di kantor KBRI Lisabon pada 16 September. Acara tersebut juga dihadiri perwakilan sejumlah kedutaan besar sebagai bagian dari agenda diplomasi budaya.
Wakil Ketua Umum Tiga PP SMI, Tedy Sofiady, mengatakan pencak silat akan diperkenalkan sebagai olahraga. “Kami akan memperkenalkan pencak silat lebih jauh, dengan prioritas pada sisi olahraga,” katanya, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Minggu, 13 September 2026.
Selain tampil di KBRI, SMI akan mengunjungi sejumlah sekolah dan kampus di Portugal. Kegiatan tersebut diharapkan memperluas pemahaman generasi muda Portugal terhadap pencak silat Indonesia.
SMI juga berencana menampilkan pencak silat di Porto, salah satu kota wisata terkenal Portugal. Penampilan tersebut diharapkan menarik perhatian wisatawan dan semakin memperkenalkan pencak silat Indonesia.
Tedy mengatakan masyarakat Eropa menunjukkan antusiasme terhadap pencak silat. Sejumlah negara seperti Spanyol, Belanda, dan Belgia juga rutin menggelar kegiatan pencak silat.
Menurut Tedy, pencak silat memiliki keunikan karena menggabungkan unsur olahraga, seni, tradisi, dan bela diri. Karena itu, SMI ingin memperkenalkan pencak silat secara lebih luas kepada masyarakat Portugal.
Misi ke Portugal, lanjut Tedy, juga diharapkan menjadi langkah awal pengembangan SMI di Eropa. SMI berharap dapat membangun jaringan latihan dan memperkenalkan pencak silat secara berkelanjutan.
Rencana tersebut mendapat dukungan dari KBRI Lisabon yang telah memiliki penggiat pencak silat. Bahkan, terdapat dua unit latihan pencak silat yang sudah berjalan di Portugal.
SMI menilai pengenalan pencak silat di luar negeri penting untuk mendukung pengembangan olahraga tersebut. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membantu Ikatan Pencak SIlat Indonesia (IPSI) membawa pencak silat menuju Olimpiade.
Selain kegiatan promosi, SMI membuka peluang mengikuti pertandingan kecil bersama komunitas pencak silat Portugal. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkenalkan pencak silat sebagai olahraga kompetitif.
SMI memastikan seluruh atlet telah dipersiapkan secara teknis sebelum keberangkatan. Mereka juga diminta menjaga kesehatan, beristirahat cukup, dan mempertahankan konsentrasi selama menjalankan agenda.
Rangkaian kegiatan di Portugal diharapkan tidak berhenti sebagai pertunjukan budaya semata. SMI menargetkan terbentuknya komunitas latihan yang dapat mengembangkan pencak silat secara berkelanjutan di Portugal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....