Ledia Hanifa Dorong Pelestarian Pencak Silat untuk Bentuk Karakter Anak
- 10 Agt 2026 18:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa mendorong pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya takbenda sekaligus sarana pembentukan karakter anak.
- Kegiatan yang digelar Ledia Hanifa bersama Kementerian Kebudayaan tersebut diikuti peserta dari tujuh sekolah dan paguron lintas kecamatan.
- Anggota Komisi X DPR RI ini berharap ruang ekspresi budaya berbasis komunitas tersebut dapat terus diperluas hingga ke tingkat antarsekolah dan paguron.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa mendorong pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya takbenda sekaligus sarana pembentukan karakter anak. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Semarak Budaya Pasanggiri Pencak Silat Tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Bandung, Minggu, 9 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar Ledia Hanifa bersama Kementerian Kebudayaan tersebut diikuti peserta dari tujuh sekolah dan paguron lintas kecamatan. Ajang ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal seni tradisi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
Ledia mengatakan kegiatan tersebut menitikberatkan pencak silat sebagai budaya dan seni tradisi melalui pasanggiri, bukan sekadar sebagai cabang olahraga prestasi. Menurutnya, pendekatan budaya memungkinkan masyarakat, khususnya anak-anak, terlibat langsung dalam pelestarian warisan budaya Indonesia.
“Ini adalah upaya kita untuk mengalihkan anak-anak agar tidak hanya terfokus pada gawai. Melalui pencak silat, ada aktivitas fisik, olah akal, dan interaksi sosial yang nyata sehingga tumbuh kembang serta keterampilan hidup mereka menjadi lebih seimbang,” ujar Ledia.
Menurut Ledia, latihan pencak silat juga dapat memperkuat kemampuan anak dalam membangun hubungan sosial di dunia nyata. Interaksi selama latihan mengajarkan empati, sikap saling menghargai, serta pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik.
Ia menegaskan keterampilan bela diri yang diperoleh anak harus diarahkan untuk membangun keberanian dan membela kebenaran. Kemampuan tersebut tidak boleh digunakan untuk melakukan perundungan atau tindakan yang merugikan orang lain.
“Pencak silat mengajarkan keindahan seni, olahraga, dan kedisiplinan. Kita ingin membangun karakter anak-anak Indonesia agar lebih kuat dan kokoh serta memiliki nilai sportivitas tinggi sehingga bisa meminimalisir kasus bullying di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Ledia menyebut kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia berharap program pelestarian budaya tersebut dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan paguron.
Menurutnya, pelestarian pencak silat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya secara teori. Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan seni tradisi juga diharapkan dapat memperkuat kecintaan terhadap budaya Indonesia.
“Ini adalah upaya kita bersama untuk menjaga, memelihara, dan mengembangkan warisan budaya takbenda Indonesia. Kalau bukan kita yang menjaga warisan budaya ini, siapa lagi?” ucap Ledia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....