PB IPSI Perkuat Diplomasi untuk Wujudkan Pencak Silat ke Olimpiade

  • 10 Agt 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PB IPSI terus memperkuat diplomasi dan pembinaan internasional untuk mewujudkan pencak silat masuk Olimpiade.
  • Penyesuaian terhadap standar IOC dilakukan tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai kebudayaan pencak silat Indonesia.
  • Indonesia mengirim pelatih ke berbagai negara untuk memperluas pencak silat sekaligus membangun persaingan global yang kompetitif.

RRI.CO.ID, Jakarta - PB IPSI terus memperkuat upaya membawa pencak silat menuju Olimpiade melalui pembenahan aturan dan diplomasi internasional. Sekjen PB IPSI, Abdul Karim Aljufri, mengatakan proses tersebut tetap mempertahankan akar budaya pencak silat Indonesia.

Menurut Karim, pencak silat harus menyesuaikan diri dengan standar olahraga internasional tanpa meninggalkan nilai tradisi. “Tidak boleh meninggalkan akar tradisi Indonesia, sekalipun untuk masuk Olimpiade ada penyesuaian,” ujar Karim kepada RRI, Senin, 10 Agustus 2026.

Karim menyebut penyesuaian diperlukan agar pencak silat memenuhi persyaratan olahraga multievent seperti Olimpiade. Namun, PB IPSI tetap menjaga identitas budaya melalui kejuaraan dunia dan kompetisi single event.

“Kami tetap akan memenuhi persyaratan-persyaratan itu, karena olahraga prestasi membutuhkan keselamatan dan penilaian objektif,” katanya. Menurut Karim, pencak silat juga dapat menjadi bagian dari strategi diplomasi Indonesia melalui olahraga.

PB IPSI mempertahankan sejumlah tradisi dalam pertandingan, termasuk pakaian wasit dan larangan menggunakan alas kaki. Karim menyebut matras pertandingan memiliki nilai sakral yang harus dijaga kebersihannya.

“Kalau IOC mewajibkan sepatu, kami masih melarang sepatu naik ke matras pertandingan,” kata Karim. Menurutnya, aturan tersebut menjadi salah satu cara mempertahankan nilai kebudayaan pencak silat.

Upaya menuju Olimpiade juga dilakukan dengan memperluas perkembangan pencak silat di berbagai negara. PB IPSI mendapat kuota mengirim pelatih ke 30 negara dengan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Karim mengatakan langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pencak silat sekaligus menciptakan kompetisi global yang lebih kuat. “Tidak hanya Indonesia yang mendominasi, negara-negara lain juga harus mendapatkan pengetahuan yang sama,” ujarnya.

Pengembangan pencak silat, menurt Karim, kini mulai meluas ke luar Asia Tenggara, termasuk Uzbekistan, Maroko, India, dan Amerika. PB IPSI menilai perkembangan tersebut penting untuk membangun basis kompetisi sebelum pencak silat masuk Olimpiade.

Karim menyebut Indonesia tidak ingin menjadi satu-satunya negara yang memiliki kemampuan pencak silat paling kuat. “Kita tidak mungkin meminta orang bertanding kemudian hanya untuk kalah dengan kita,” katanya.

Selain pelatih, Indonesia juga akan membantu meningkatkan kemampuan wasit dan juri di berbagai negara. Pembinaan tersebut mencakup aturan pertandingan, teknik latihan, hingga penyelenggaraan kompetisi pencak silat.

Karim menilai pemerataan kemampuan antarnegara dapat memperkuat legitimasi pencak silat sebagai olahraga internasional. Menurutnya, kompetisi akan lebih berkualitas apabila negara peserta memiliki kemampuan yang relatif seimbang.

PB IPSI juga mendorong pencak silat semakin dikenal generasi muda melalui jalur pendidikan dan prestasi. Karim menyebut prestasi pencak silat dapat membuka peluang pendidikan sekaligus mengubah masa depan atlet.

“Jangankan ke Olimpiade, anak-anak di kampung yang bisa bertanding saja bangganya luar biasa,” ujar Karim. Karena itu, PB IPSI terus mendorong pembinaan dari tingkat lokal hingga panggung internasional.

Karim mengakui tantangan terbesar adalah mengubah pandangan sebagian generasi muda terhadap pencak silat. Ia menegaskan pencak silat bukan olahraga kampungan, meskipun lahir dari berbagai tradisi masyarakat.

“Pencak silat memang asalnya dari kampung-kampung, tapi bukan beladiri atau olahraga yang kampungan,” kata Karim. Menurutnya, satu medali emas pencak silat tetap memiliki nilai prestasi yang sama dengan cabang olahraga lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....