Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 531 Atlet dari 36 Negara

  • 02 Agt 2026 14:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 resmi dibuka di Jakarta dengan diikuti 531 atlet dari 36 negara.
  • Kejuaraan berstatus G2 World Taekwondo menjadi ajang pengumpulan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
  • Indonesia sementara meraih enam medali emas pada hari pertama penyelenggaraan kejuaraan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 resmi dibuka di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, hari ini. Turnamen ini diikuti 531 atlet dari 36 negara dan menjadi salah satu ajang pengumpulan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Pembukaan kejuaraan dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Hadir pula Presiden Asian Taekwondo Union (ATU) Kim Sang-jin dan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu bersama sejumlah delegasi.

Kemudian hadir juga Wakil Menteri Investasi dan Hilirasi Todotua Pasaribu yang sekaligus menjadi Chef de Mission Asian Games 2026. Serta Wakil Panglima Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M Tonny Harjono.

Sejumlah kepala daerah juga hadir diantaranya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Kalimantan Tengah Agustian Sabran, Kemudian, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari serta Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia Ade Lukman.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, mengatakan Indonesia Open 2026 menjadi tonggak penting bagi taekwondo nasional. Kejuaraan ini juga menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI.

“Kejuaraan ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah kejuaraan taekwondo di Indonesia. Akhirnya setelah hampir dua dekade, Indonesia kembali menyelenggarakan kejuaraan taekwondo sebesar ini,” ujar Richard, dalam sambutannya di Tennis Indoor Senayan, Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurutnya, kehadiran peserta dari Asia, Eropa, hingga Australia menunjukkan kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia sebagai penyelenggara ajang olahraga internasional. Ia berharap kejuaraan ini turut mendorong perkembangan taekwondo nasional sekaligus memperkuat sektor sport tourism.

Richard menjelaskan Indonesia memperoleh hak menjadi tuan rumah setelah melalui proses bidding yang bersaing dengan Malaysia dan India. Kepercayaan dari Asian Taekwondo Union itu, katanya, menjadi motivasi untuk menghadirkan penyelenggaraan yang berkualitas.

“Kejuaraan ini merupakan hasil dari proses bidding yang kompetitif bersama Malaysia, dan India. Berdasarkan hasil keputusan Asian Taekwondo Union, Indonesia diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah dan hari ini kita membuktikan bahwa kepercayaan tersebut,” kata Richard

Presiden ATU Kim Sang-jin memberikan apresiasi kepada PBTI dan seluruh panitia atas pelaksanaan kejuaraan tersebut. Ia menilai Indonesia berhasil menghadirkan turnamen yang berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi perkembangan komunitas taekwondo dunia.

"Indonesia telah menunjukkan penyelenggaraan yang luar biasa. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan keramahtamahan yang membuat Indonesia Open berlangsung sukses," kata Kim.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (kedua dari kiri) serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (kedua dari kanan) saat menerima sabuk kehormatan DAN (Foto:RRI/Fathiyah Nur Zalfa)

Pada kesempatan itu, Kim Sang-jin bersama Richard Tampubolon juga menyematkan sabuk hitam kehormatan DAN Kukkiwon kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Hingga Minggu siang, Indonesia telah mengoleksi enam medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Salah satu penyumbang emas, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy, mengaku bangga bisa meraih hasil positif di ajang yang menjadi bagian dari perburuan poin Olimpiade.

"Ini pengalaman penting bagi saya karena Indonesia Open sangat kompetitif. Saya berharap suatu saat bisa tampil di Olimpiade Los Angeles 2028," ujar Hafizh.

PBTI menurunkan 31 atlet pelatnas pada kejuaraan ini, terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae. Nomor poomsae dipertandingkan pada 1-2 Agustus, sedangkan nomor kyorugi berlangsung pada 3-5 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....