Bidik Peningkatan Prestasi Taekwondo, PBTI Datangkan Pelatih Asing

  • 31 Jul 2026 00:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mendatangkan pelatih asing untuk membina atlet-atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas)
  • PBTI mendatangkan pelatih asal Iran, Erfan Heydaari, untuk menangani nomor kyorugi atau tarung
  • Erfan Heydaari merupakan mantan atlet tim nasional Iran pada 2017–2021. Ia pernah meraih medali perak Asian Senior Championships 2018, medali perunggu Asian Club Championships 2019 dan Asian President’s Cup 2019

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mendatangkan pelatih asal Iran Erfan Heydaari untuk membina atlet pelatnas. Perekrutan pelatih asing ini bertujuan mempersiapkan tim terbaik menuju ajang internasional dan Asian Games 2026.

Erfan Heydaari dipercayakan untuk menangani nomor kyorugi atau tarung bagi para taekwondoin di pelatnas. Mantan atlet tim nasional Iran periode 2017–2021 ini pernah menyabet medali perak Asian Senior Championships 2018.

Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Siagian menyampaikan keterangan mengenai penunjukan pelatih asing tersebut pada Kamis, 30 Juli 2026. Selain medali perak, Erfan Heydaari juga meraih perunggu Asian Club Championships dan Asian President’s Cup 2019.

“Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon memiliki misi besar untuk taekwondo Indonesia. Karena itu, kami diminta memantau peta kekuatan dunia untuk mencari pelatih terbaik yang dapat menangani pelatnas,” kata Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Siagian di Jakarta, Kamis 30 Juli 2026.

Rafael menambahkan bahwa pemilihan pelatih asal negara Iran tersebut telah melewati kajian bidang pembinaan prestasi. PBTI kini telah menempa sebanyak 31 taekwondoin dalam program pelatnas di GOR POPKI Cibubur.

“Berdasarkan kajian bidang pembinaan prestasi, taekwondo Iran menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Ketua Umum kemudian meminta agar nomor kyorugi ditangani langsung oleh pelatih asal Iran,” ucapnya.

Erfan mengungkapkan komitmen seluruh anggota tim dalam menjalani program latihan intensif sejak bulan Februari lalu. Para atlet pelatnas tersebut terdiri atas 20 atlet kyorugi serta sebelas atlet nomor poomsae.

“Kami sudah mempersiapkan diri sejak Februari. Taekwondo Indonesia memiliki program jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya dan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships yang menjadi target pertama kami. Kami bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik,” kata Erfan.

Ketua Umum PBTI Richard Tampubolon menegaskan bahwa kehadiran pelatih asing merupakan upaya membangun fondasi. Seluruh atlet pelatnas ini merupakan hasil seleksi ketat dari rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series.

“Kami tidak ingin melakukan persiapan secara instan. PBTI sedang membangun fondasi prestasi melalui peningkatan kualitas atlet, pelatih, program latihan, dan jam terbang internasional. Kehadiran pelatih asing diharapkan dapat memberikan transfer knowledge sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelatih nasional,” kata Richard.

Richard berharap kolaborasi pelatih asing dan lokal mampu meningkatkan kesiapan para atlet bertanding secara maksimal. Pengembangan sistem pembinaan ini dirancang secara profesional, terukur, serta berkelanjutan demi mencapai target olimpiade.

“Kami ingin atlet-atlet Indonesia semakin siap bersaing. Bukan hanya di Indonesia Open dan Asian Games, tetapi juga dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” ucap Richard.

Ajang 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 bakal digelar di Tennis Indoor Senayan Jakarta. Turnamen berkategori G2 World Taekwondo tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 1–5 Agustus 2026 mendatang.

Kejuaraan internasional ini akan diikuti oleh 478 taekwondoin yang berasal dari 36 negara dunia. Para peserta berburu poin World Taekwondo Olympic Rankings guna menembus Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....