Ketum PBTI: Anggaran Multiyears Jadi Fondasi Bangun Prestasi Taekwondo Indonesia
- 07 Jul 2026 10:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen Richard Tampubolon, mengatakan kebijakan pelatnas jangka panjang didukung anggaran multiyears memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, mengapresiasi pelatnas jangka panjang dengan kebijakan anggaran multiyears. Menurut dia, hal tersebut akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan berorientasi pada prestasi.
Richard menegaskan keberhasilan olahraga tidak dapat dicapai melalui pembinaan jangka pendek. Pria yang menjabat sebagai Kasum TNI itu menyatakan ingin terus membangun sistem yang mampu melahirkan atlet-atlet juara secara konsisten.
“Bangsa besar tidak menunggu kelahiran seorang juara, tetapi menyiapkan lahirnya juara,” ujarnya, Selasa 7 Juli 2026. “Kami sedang membangun pabrik prestasi, bukan berburu keberuntungan.”
Richard menilai kebijakan anggaran multiyears memberi kepastian bagi pelaksanaan program pelatnas. Sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara terencana, berkesinambungan, dan terukur.
Melalui konsep tersebut, lanjut dia, atlet dan pelatih dapat fokus menjalankan program tanpa terkendala ketidakpastian pendanaan. Lebih lanjut Richard menyampaikan investasi di sektor olahraga harus dipandang sebagai sesuatu yang strategis bagi masa depan bangsa.
“Setiap rupiah yang ditanamkan untuk pembinaan atlet bukanlah biaya, tetapi investasi untuk kehormatan bangsa,” ujarnya. Richard merasa optimistis kebijakan tersebut akan mempercepat lahirnya atlet-atlet Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.
Menurut dia, itu terlihat dari capaian atlet taekwondo Indonesia yang berhasil meraih medali pada Kejuaraan Asia di Mongolia. Selain itu, tiga atlet taekwondo nasional telah dipastikan lolos untuk mengikuti ke Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Richard berharap ajang tersebut melahirkan calon-calon atlet berprestasi dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pembinaan taekwondo. “Kami ingin atlet-atlet internasional datang ke sini bukan hanya untuk bertanding, tetapi menyaksikan lahirnya calon-calon juara dunia dari Indonesia,” katanya
Richard menegaskan PBTI akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk membangun ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan. Menurut dia, konsistensi kebijakan pelatnas jangka panjang dan dukungan anggaran multiyears menjadi kunci prestasi di panggung olahraga dunia.
“Jika konsistensi ini dijaga, Indonesia tidak hanya menjadi peserta di panggung dunia,” ucapnya. “Kita akan menjadi negara yang diperhitungkan, disegani, dan mampu berdiri sejajar dengan kekuatan olahraga dunia.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....