Timnas Panjat Tebing Indonesia Raih Tiga Medali di World Climbing Series Krakow

  • 05 Jul 2026 10:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • * Timnas panjat tebing Indonesia meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu di Krakow.
  • * Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali menjadi juara pada seri Krakow.
  • * Indonesia masih akan bertanding pada nomor speed relay putra dan putri.

RRI.CO.ID, Krakow - Tim nasional panjat tebing Indonesia meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu di World Climbing Series Krakow, Polandia. Prestasi tersebut diperoleh dari nomor speed perorangan putri, speed relay campuran, dan speed perorangan putra.

Desak Made Rita Kusuma Dewi menyumbangkan medali emas nomor speed perorangan putri pada kompetisi tersebut. Raharjati Nursamsa menambah medali perunggu nomor speed perorangan putra untuk kontingen Indonesia.

Perjuangan Desak Made Rita Kusuma Dewi sendiri tampil konsisten sejak babak 16 besar hingga mencapai final. Ia bersaing dengan Natalia Kalucka, Emma Hunt, dan Aleksandra Miroslaw dalam perebutan medali.

Persaingan ketat para pemanjat terbaik dunia di final World Climbing Series Krakow 2026, (Foto: Humas FPTI)

Pada partai final, Aleksandra Miroslaw mengalami false start sehingga dinyatakan gugur dari pertandingan. Desak Made kemudian mencatatkan waktu 6,54 detik dan memastikan medali emas.

Natalia Kalucka menempati posisi kedua dengan catatan waktu 6,62 detik pada final tersebut. Emma Hunt menyelesaikan perlombaan pada posisi ketiga dengan catatan waktu 11,37 detik.

Hasil tersebut mengulang keberhasilan Desak Made pada seri Krakow sebelumnya. Ia juga meraih gelar juara IFSC World Cup Krakow pada 6 Juni 2025.

Ekspresi atlet panjat tebing asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi sesuai, menyumbangkan medali emas nomor speed perorangan putri pada kompetisi tersebut, (Foto: FPTI)

Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian Desak Made. Ia menyampaikan pernyataannya saat memberikan evaluasi hasil pertandingan pada Sabtu, 4 Juli 2026.

"Untuk Desak, selamat back to back di series Krakow. Juara di series khusus speed ini memang sudah seharusnya dan yang paling penting momen ini telah mengembalikan rasa percaya diri nya setelah selalu terhambat di beberapa series sebelumnya. Ini modal penting buat Desak menjelang Asian Games yang tinggal kurang dari dua bulan lagi. Semoga next series Chamonix (Prancis) kembali maksimal," kata Wahyu kepada RRI.co.id , Sabtu, 5 Juli 2026.

Pada nomor speed perorangan putra, Raharjati Nursamsa bersaing dengan tiga atlet lainnya. Ia menghadapi Samuel Watson dari Amerika Serikat serta Yicheng Zhao dan Shouhong Chu dari Tiongkok.

Samuel Watson meraih medali emas setelah mencatatkan waktu 4,60 detik pada final. Yicheng Zhao memperoleh medali perak dengan catatan waktu 4,69 detik.

Diikuti, Raharjati Nursamsa meraih medali perunggu dengan catatan waktu 4,79 detik. Hasil tersebut menambah perolehan medali Indonesia pada Kejuaraan Dunia seri Krakow (World Climbing Series Krakow)

Pada nomor speed relay campuran, Indonesia menurunkan dua pasangan berbeda dalam pertandingan. Indonesia satu diperkuat Raharjati Nursamsa dan Rajiah Salsabillah.

Sementara itu, Indonesia dua diperkuat Antastafi Robby Al Hilmi dan Desak Made. Pasangan tersebut berhasil melaju hingga partai final speed relay campuran.

Indonesia satu gagal mengungguli Tiongkok satu pada perebutan medali perunggu. Namun tim Indonesia dua mampu meraih medali perak, setelah mengalahkan Amerika Serikat satu.

Tim Amerika Serikat mencatatkan waktu 10,89 detik pada partai final tersebut. Indonesia mencatatkan waktu 11,30 detik dan menempati posisi kedua.

Asisten Pelatih Speed Indonesia, Fitriyani, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tim nasional. Ia menyampaikan pernyataannya setelah pertandingan berakhir di Krakow.

"Alhamdulillah, hari ini Tim Indonesia sudah mendapatkan tiga medali, masing-masing satu emas, perak, dan perunggu dari nomor berbeda. Terima kasih untuk doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia," ujar Fitriyani.

Fitriyani menyatakan masih terdapat nomor pertandingan yang akan berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026. Ia berharap tim Indonesia kembali meraih hasil maksimal pada nomor berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....