KONI Pusat Dukung Menpora, Terkait Penanganan Dugaan Pelecehan Seksual di FPTI
- 01 Mar 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendukung langkah pemerintah menangani dugaan pelecehan seksual di olahraga panjat tebing. Dukungan itu diberikan atas upaya pendalaman fakta oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI).
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat Menpora Erick Thohir. Ia menilai Kemenpora RI bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah memulai proses pendalaman objektif.
“Saya memberikan dukungan untuk Kemenpora dan FPTI dalam upaya pendalaman atas dugaan pelecehan seksual oleh salah satu pelatih. KONI Pusat berharap, perilaku pelecehan seksual tidak pernah terjadi dalam olahraga Indonesia yang menjunjung sportivitas, menghargai satu sama lain,” kata Marciano Norman kepada RRI, Mingg, 1 Maret 2026.
Marciano menegaska, atlet, pelatih, dan ofisial harus mendapat perlindungan dalam sistem olahraga nasional. Oleh karenanya Marciano menyebut olahraga prestasi bukan tempat terjadinya pelecehan seksual.
“Olahraga prestasi bukan tempat untuk pelecehan seksual. Apabila terbukti terjadi, sanksi tegas harus diberikan sesuai peraturan yang berlaku agar ke depan, hal tersebut tidak terulang,” ujarnua berharap pendalaman kasus berjalan objektif.
Sementara itu, Menpora RI Erick Thohir memastikan negara hadir melindungi atlet Indonesia. Pihaknya menerima laporan melalui layanan pengaduan dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme berlaku.
“Saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh atlet Indonesia, di cabang olahraga manapun, di tingkat manapun, Kemenpora berdiri bersama kalian. Kalian tidak sendiri,” kata Erick Thohir.
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut menyeret nama pelatih Hendra Basir dalam dunia panjat tebing. Ia sebelumnya dikenal berprestasi mengantar Veddriq Leonardo meraih emas Olimpiade Indonesia pertama.
“Prestasi yang telah dicapai dan membanggakan harus diimbangi dengan ketauladanan sebagai pelatih, bukan tindakan tidak terpuji yang buat para atlit, pelatih lain dan masyarakat olahraga kecewa,” tutup Marciano.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....