Grogi di Laga Pembuka, Ali/Devin Takluk dari Wakil Taiwan
- 03 Jun 2026 16:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi terhenti di babak 32 besar Indonesia Open 2026 setelah kalah dari pasangan Taiwan dengan skor 21-13, 19-21, 11-21.
- Devin mengaku sempat grogi menghadapi atmosfer Istora Senayan yang sangat ramai, meski tidak merasa mendapat tekanan berlebihan selama pertandingan.
- Ali dan Devin menilai pengalaman tampil di turnamen level Super 1000 menjadi pelajaran berharga, serta berkomitmen melakukan evaluasi untuk meningkatkan konsistensi pada turnamen berikutnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, harus mengakhiri langkah pada babak ke 32 Indonesia Open 2026. Keduanya kalah dari pasangan Taiwan melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-13, 19-21, 11-21.
Devin mengakui faktor nonteknis turut memengaruhi penampilannya saat menjalani pertandingan di hadapan pendukung tuan rumah. Ia menilai atmosfer yang tercipta di arena pertandingan memberikan pengalaman berbeda dibanding turnamen yang pernah diikutinya sebelumnya.
Menurutnya, dirinya tidak merasakan tekanan berlebihan selama pertandingan berlangsung melawan pasangan Taiwan pada babak tersebut. Namun, ia mengaku sempat mengalami rasa gugup karena harus bermain di hadapan ribuan penonton pendukung.
"Kalau tekanan sebenarnya tidak terlalu ada, mungkin lebih kepada rasa grogi pada awal pertandingan saja tadi. Saya merasakan atmosfer pertandingan yang sangat ramai sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan situasi tersebut." ujarnya saat ditemui wartawan usai pertandinhan Indonesia Open 2026, Istora Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia mengatakan dukungan penonton justru menjadi motivasi tambahan untuk menampilkan permainan terbaik selama pertandingan berlangsung di lapangan. Suasana meriah yang tercipta di Istora Senayan juga memberikan pengalaman berharga bagi pengembangan mental bertandingnya.
Sementata itu, Ali menilai atmosfer Indonesia Open tahun ini terasa lebih ramai dibanding beberapa turnamen yang pernah dijalaninya sebelumnya. Pengalaman tampil pada ajang level Super 1000 juga menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan muda Indonesia tersebut.
"Suasananya berbeda dan terasa lebih ramai dibanding beberapa turnamen yang pernah kami ikuti sebelumnya. Dukungan penonton sangat membantu kami, tetapi tentu kami harus belajar lebih baik mengelola kondisi pertandingan." ujar Ali.
Meski harus menelan kekalahan, ia menegaskan dirinya bersama Devin Artha Wahyudi akan menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi. Keduanya berkomitmen memperbaiki berbagai aspek permainan agar mampu tampil lebih konsisten pada turnamen berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....