Voli Pantai Indonesia Awali Asian Beach Games 2026 dengan Dua Kemenangan
- 23 Apr 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim voli Pantai Indonesia membuka Asian Beach Games Sanya 2026 dengan meraih dua kemenangan meyakinkan.
- Pasangan putra, Bintang Akbar dan Sofyan Achmad, mengalahkan wakil Timor-Leste 21–14 dan 21–8.
- Pasangan putri, Nur Atika Sari dan Josephine Kaize, mengalahkan wakil Maladewa 21–1 dan 21–6.
- Pasangan Fairuz Baihaqly dan Imam Ahmad Faisal takluk dari wakil Lebanon setelah Fairuz mundur akibat cedera.
RRI.CO.ID, Sanya – Tim voli Pantai Indonesia membuka Asian Beach Games Sanya 2026 dengan performa menjanjikan pada Kamis, 23 April 2026. Kemenangan pada sektor putra dan putri memberi peluang bagi skuad Merah-Putih untuk melangkah lebih jauh.
Indonesia tampil dominan pada hari pertama pertandingan di Tianya Haijiao, Sanya, Tiongkok. Dua pasangan sukses meraih kemenangan meyakinkan di laga pembuka.
Pasangan putra Bintang Akbar dan Sofyan Achmad mengawali langkah dengan solid. Mereka mengalahkan wakil Timor-Leste, Joel Savio Valente/Joninho Fernandes Xavier, dalam dua set langsung.
Bermain di Court 3, Bintang dan Sofyan menang 21–14 dan 21–8. Mereka tampil tanpa hambatan berarti sepanjang pertandingan.
Pelatih putra, Andy Ardiansyah, menilai laga pembuka penting untuk adaptasi. Tim juga berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi angin lapangan.
“Fokus kami di pertandingan pertama adalah adaptasi dengan lapangan dan angin. Secara keseluruhan sudah cukup baik, kami juga tidak ingin terlalu memaksakan permainan untuk menghindari risiko cedera,” ujar Andy.
Dominasi Indonesia berlanjut di sektor putri melalui pasangan Nur Atika Sari dan Josephine Kaize. Mereka mengalahkan wakil Maladewa, Aishath Ishfau Ishag/Rishga Mariyam, dengan skor telak.
Pasangan Indonesia itu menang 21–1 dan 21–6 tanpa perlawanan berarti. Kemenangan ini menjadi modal penting untuk laga berikutnya.
“Pertandingan pertama ini kami gunakan untuk adaptasi karena belum sempat mencoba lapangan sebelumnya. Kami juga mulai membangun ritme permainan untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Nur Atika Sari usai laga.
Atika menyebut tim akan mengembangkan strategi bola cepat pada laga berikutnya. Strategi itu diharapkan meningkatkan variasi dan efektivitas serangan.
Namun, hasil berbeda dialami Fairuz Baihaqly dan Imam Ahmad Faisal. Mereka takluk saat menghadapi wakil Lebanon, Jad Abi Karam/Hadi El Chabib, pada laga penutup hari pertama.
Indonesia kalah di set pertama dengan skor 21–16. Pertandingan kemudian terhenti saat Fairuz mengalami cedera dalam posisi skor 20-16.
Meski demikian, pelatih tetap mencatat sejumlah hal positif dari penampilan tim. Sementara evaluasi akan difokuskan pada aspek servis.
“Kami akan fokus memperbaiki beberapa kesalahan. Terutama di servis, agar bisa tampil lebih optimal di pertandingan berikutnya,” ujar Andy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....