Identitas Nusantara Bersinar di Pembukaan Asian Beach Games Sanya 2026

  • 22 Apr 2026 22:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia tampil menonjol dengan busana adat Melayu Riau dan Jambi di pembukaan Asian Beach Games Sanya 2026.
  • Busana adat menjadi simbol identitas, persatuan, dan penghormatan terhadap budaya lokal.
  • Kontingen membawa semangat kompetitif sekaligus kebanggaan budaya di panggung internasional.

RRI.CO.ID, Sanya – Kontingen Indonesia mencuri perhatian saat acara pembukaan Asian Beach Games Sanya 2026. Mereka tampil membawa identitas budaya Nusantara melalui busana adat Melayu dari Riau dan Jambi.

Acara tersebut diselenggarakan di Yasha Park, Sanya, Tiongkok, pada Selasa, 21 April 2026. Tidak hanya hadir sebagai peserta, Indonesia tampil membawa narasi tentang jati diri, kebanggaan, dan kekayaan budaya bangsa.

Di tengah parade negara Asia, Indonesia menghadirkan perpaduan tradisi dan modernitas yang seimbang. Hal ini mencerminkan bangsa yang berakar kuat pada budaya, namun percaya diri di panggung global.

Pembawa bendera Merah Putih, Bintang Akbar, tampil menonjol mengenakan busana adat Jambi. Motif tapis dan aksen songket merepresentasikan kehormatan, kearifan lokal, serta harapan prestasi yang dibawa kontingen Indonesia.

Di belakangnya, Chef de Mission Tim Indonesia, Krisna Bayu, mengenakan busana Melayu Riau. Penampilannya mencerminkan kesopanan, martabat, serta kuatnya identitas budaya pesisir Indonesia.

Sementara itu, para atlet dan ofisial tampil dengan track suit putih bergaya modern. Busana itu dipadukan motif tradisional yang memperkuat kesan elegan dan bermakna.

Perpaduan tersebut menghubungkan warisan budaya dengan semangat kompetitif generasi masa kini. Motif songket dan tapis yang disematkan menjadi simbol penghormatan kepada perajin lokal Indonesia.

“Melalui busana adat Riau, kami ingin menampilkan martabat dan identitas bangsa Indonesia di panggung internasional. Sekaligus membawa semangat persatuan dan optimisme bagi seluruh kontingen,” ujar Krisna Bayu.

Penampilan ini menjadi representasi semangat Indonesia di arena pertandingan. Kontingen hadir dengan kebanggaan identitas, soliditas tim, dan kesiapan untuk meraih prestasi terbaik.

Sebanyak 22 atlet akan bertanding dari tiga cabang olahraga. Mereka berasal dari speed climbing, basket 3x3, dan voli pantai.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia/NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, sebelumnya resmi melepas keberangkatan Tim Indonesia ke Sanya, Tiongkok. Ia berharap para atlet yang berlaga di ajang ini dapat membawa prestasi membanggakan.

“Saya cukup optimistis tim ini bisa membawa kabar baik bagi Indonesia. Apalagi kita memiliki kekuatan seperti di speed climbing yang saat ini termasuk yang terkuat di dunia,” ujar Okto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....