Pelita Jaya Sempurna di Paruh Pertama IBL, Persaingan Playoffs Makin Ketat

  • 26 Feb 2026 11:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Perjalanan musim reguler IBL GoPay 2026 sudah setengah jalan dengan 11 kontestan menjalani 10 pertandingan. Dilansir laman IBL, Pelita Jaya Basketball Jakarta tampil dengan menyapu bersih 10 laga sementara Pacific harus menjalani paruh musim menyakitkan dengan rekor 0-10.

Pelita Jaya memuncaki klasemen dengan persentase kemenangan 100 persen, mereka sukses memenangkan empat pertandingan home dan enam laga away. Sekaligus menjadi tim tersubur dengan rata-rata 85.5 points per game dan selisih poin plus 208.

Kehebatan Pelita Jaya musim ini didukung komposisi tim solid di bawah kendali David Singleton sebagai head coach. Bersama tiga pemain asing Amorie Archibald, Darius Moten, dan Jeffree Withey tampil bagus ditambah performa menawan barisan pemain lokal.

Pesaing terdekat adalah Satria Muda Pertamina Bandung dengan rekor 9-1. Mereka hanya kalah dari Pelita Jaya ketika bermain di Bandung Arena, dan dengan empat kemenangan beruntun sebelum menutup paruh pertama diprediksi bakal meneruskan tren positif.

Peringkat ketiga cukup mengejutkan karena munculnya Bogor Hornbills dengan rekor 8-2. Mereka menjadi tim yang mampu menjaga rekor kandangnya tetap sempurna 5-0 dan memiliki rata-rata poin 85.2 per game lebih baik dari Satria Muda.

Tangerang Hawks Basketball bermain bagus dengan rekor 6-4, sempat struggle di awal musim sehingga melakukan perubahan dari sisi kepelatihan. Di bawah kendali Tondi Raja Syailendra sudah kembali ke performa terbaik.

Juara bertahan Dewa United Banten justru mengejutkan dengan terseok-seok di paruh pertama meraih persentase kemenangan 50 persen. Tim Banten kecolongan tiga laga di kandang sendiri dan belum pernah tampil dengan tiga pemain asing lengkap karena badai cedera.

Hangtuah Jakarta memiliki rekor identik 5-5 dengan Dewa United namun bermasalah dengan konsistensi. Bahkan di dua laga terakhir terpaksa menelan kekalahan meski masih punya potensi bangkit di paruh kedua.

RANS Simba Bogor punya rekor 4-6, harus melewati drama pergantian pelatih di awal musim dengan Brian Rowsom diganti Agus Pamungkas Bartbual. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan pergantian pemain asing dengan merekrut Radoslav Pekovic.

Rajawali Medan juga mencatat rekor 4-6, tampil menjanjikan di awal dengan rekor 3-0 sebelum performa terjun bebas setelah Brandone Francis cedera. Mereka pada akhirnya menjadi salah satu tim yang belum pernah menang di kandang sendiri.

Tiga tim keluar dari zona Playoffs yaitu Kesatria Bengawan Solo dengan rekor 3-7 yang sempat bermasalah dengan administrasi pemain asing. Satya Wacana Salatiga dengan rekor 1-9 sebagai tim produktifitas poin terendah, dan Pacific Caesar Surabaya di posisi juru kunci dengan rekor 0-10.

Pacific tercatat sebagai tim dengan pergantian pemain asing paling banyak di paruh pertama, mulai dari Dino Butorac, Miguel Angel Miranda, Anthony Peacock, Gregoryshon Magee. Hingga mendatangkan Xavier Cannefax dan Toluwalope Joseph Obasa untuk berjuang di paruh kedua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....