RANS Simba Bogor Bangun Ulang Skuad usai Bubarkan Tim Pelatih

  • 06 Jul 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • RANS Simba Bogor melepas empat anggota tim pelatih (Antonius Joko Endratmo, Agus Pamungkas Batbual, Wendha Wijaya, dan Yudhi Mardiansyah) melalui pengumuman media sosial resmi pada 3 Juli 2026.
  • Klub mengalami tiga kali pergantian pelatih dalam satu musim (Anthony Garbelotto → Brian Rowsom → Agus Pamungkas → Antonius Joko), menyebabkan performa tim menurun drastis dan pemain sulit beradaptasi.
  • RANS Simba Bogor hanya menempati peringkat kedelapan dengan rekor 7-13 dan gugur di putaran pertama playoff dari Pelita Jaya, jauh dari target awal masuk final musim IBL GoPay 2026.
  • Dengan dilepasnya seluruh staf pelatih, RANS memiliki kesempatan untuk merancang ulang struktur tim dari nol dan membangun skuad yang lebih kuat untuk musim mendatang.

RRI.CO.ID, Bogor - Manajemen RANS Simba Bogor resmi melepas empat anggota tim pelatih. Pengumuman disampaikan melalui media sosial resmi klub, Jumat, 3 Juli 2026.

Empat pelatih yang dilepas ialah Antonius Joko Endratmo, Agus Pamungkas Batbual, Wendha Wijaya, dan Yudhi Mardiansyah. Keputusan itu menandai dimulainya perombakan besar menghadapi musim berikutnya.

Dengan keputusan ini, RANS kini tidak memiliki satu pun pelatih yang bisa menjaga program latihan para pemain. Hal ini membuat penggemar semakin penasaran dengan langkah klub ke depan.

RANS awalnya menargetkan masuk final di musim IBL GoPay 2026 setelah berhasil menembus empat besar di musim 2025. Namun performa mereka justru menurun drastis di tahun yang sama.

Bahkan terjadi drama pergantian pelatih yang membuat semua rencana manajemen kacau. Dimulai dari dilepasnya Anthony Garbelotto yang sukses membawa tim ke semifinal.

Garbelotto kemudian digantikan oleh Brian Rowsom, pelatih yang pernah membawa CLS Knights Indonesia juara ABL musim 2018-19. Namun kerja sama Rowsom dengan RANS tidak berlangsung lama.

Setelah kepergian Rowsom, manajemen menunjuk Agus Pamungkas Batbual sebagai pelatih kepala. Tetapi posisinya juga tidak bertahan karena dianggap belum mampu mengangkat performa tim.

Akhirnya manajemen merekrut Antonius Joko Endratmo yang sebelumnya menjabat Direktur Teknik, untuk menduduki kursi pelatih kepala menggantikan Agus. RANS pun melanjutkan musim dengan susah payah dan hanya mampu menempati peringkat kedelapan dengan rekor 7-13.

Merekan pun akhirnya kembali gugur di putaran pertama playoff dari Pelita Jaya Basketball. Usai hasil mengecewakan tersebut, Coach Joko mengakui musim ini sangat berat karena terjadi tiga kali pergantian pelatih.

"Saya hanya memiliki sisa sembilan pertandingan, dan sangat sulit untuk menaikkan mental pemain," ujar Coach Joko. Ia juga menjelaskan bahwa penyesuaian sistem permainan setiap kali ada pelatih baru menjadi salah satu hambatan terbesar tim sepanjang musim.

Dengan dilepasnya empat orang dari jajaran pelatih, maka RANS akan memulai membangun kembali skuadnya untuk menghadapi musim depan. Langkah ini tidak sepenuhnya buruk, karena Bogor Hornbills telah membuktikan keputusan tepat di offseason bisa membawa kesuksesan besar.

Karena itu, manajemen RANS dituntut untuk membuat langkah yang tepat agar bisa membangun tim yang lebih baik di offseason kali ini. Para penggemar kini hanya bisa menunggu siapa sosok pelatih baru yang akan dipercaya membawa RANS bangkit dari keterpurukan musim lalu.

Coach Joko menegaskan sulit mengembalikan performa terbaik RANS karena terlalu banyak adjustment sistem selama satu musim berjalan. Kini setelah seluruh staf pelatih dilepas, RANS punya kesempatan emas untuk merancang ulang seluruh struktur tim dari nol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....