Mengenal Curling, Cabang Unik Olimpiade Musim Dingin
- 16 Feb 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Milan – Curling menjadi cabang olahraga musim dingin yang konsisten menyita perhatian dunia. Sorotan itu kian tajam setelah isu dugaan kecurangan tim Kanada pada Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan, Italia.
Sebenarnya, apa itu curling dan bagaimana cara memainkannya di atas es? Berikut penjelasan ringkas mengenai hal-hal yang perlu diketahui tentang olahraga yang menggabungkan strategi, akurasi, dan kekompakan tim tersebut.
Sejarah Singkat Curling
Curling diyakini telah dimainkan sejak abad ke-16 di Eropa. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya batu curling bertuliskan tahun 1511 di Skotlandia.
Menurut World Curling Federation, curling awalnya dimainkan di danau beku Eropa bagian utara. Olahraga ini kemudian menyebar melalui migrasi masyarakat Skotlandia ke berbagai negara.
Aturan resmi pertama permainan curling disusun di Skotlandia pada 1838. Regulasi tersebut kemudian diadopsi oleh Grand Caledonian Curling Club, yang kemudian menjadi badan pengatur resmi olahraga tersebut.
Curling tampil pertama kali pada Olimpiade Musim Dingin 1924 di Chamonix, Prancis. Namun, status cabang perebutan medali baru resmi diberikan sepenuhnya pada 1998.
Perlengkapan dalam Curling
Perlengkapan utama dalam curling adalah sebuah batu granit khusus dengan berat hampir 20 kilogram. Batu tersebut dirancang sedemikian rupa agar stabil saat meluncur di atas es.
Setiap pemain akan menggunakan sepatu khusus. Satu sol sepatu dirancang untuk mencengkeram es, sementara sol lainnya dibuat licin.
Para pemain juga akan membawa sikat penyapu. Sikat tersebut digunakan untuk menyapu permukaan es di depan batu.
Cara Bermain dan Format Pertandingan
Olahraga curling dimainkan secara beregu, dengan satu tim terdiri atas empat pemain. Dua tim beradu di atas lintasan es sepanjang 150 kaki untuk menempatkan batu sedekat mungkin dengan pusat target.
Dalam turnamen, pertandingan curling umumnya terdiri atas 10 babak yang disebut ‘end’. Pada setiap babak, kedua tim secara bergantian meluncurkan batu satu demi satu ke arah target lingkaran bernama ‘house’.
Pemain wajib melepaskan batu sebelum melewati garis hog line. Rekan satu tim kemudian menyapu es di depan batu untuk membuatnya melaju lebih jauh dan terarah.
Hanya satu tim yang dapat mencetak poin dalam satu babak, yang dilihat melalui posisi akhir batu. Tim dengan total poin terbanyak menjadi pemenang pertandingan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....