NOC: Atlet Bisa Raih Prestasi tanpa Tinggalkan Pendidikan
- 31 Jul 2026 22:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NOC dan Putra Sampoerna Foundation menjalin kolaborasi untuk mendukung atlet Indonesia mencapai prestasi sekaligus pendidikan akademik.
- Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang memungkinkan atlet berprestasi di kompetisi sambil mengembangkan kompetensi akademik.
- Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menekankan bahwa pendidikan harus menjadi fondasi dalam membentuk atlet yang siap menghadapi kehidupan setelah kompetisi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Komite Olimpiade Indonesia (NOC) berkolaborasi dengan Putra Sampoerna Foundation (PSF) guna mendukung atlet Indonesia menjadi berprestasi dan berpendidikan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem yang memungkinkan atlet berprestasi di kompetisi juga di bidang akademik.
“Kami meyakini bahwa pendidikan harus beriringan sebagai fondasi dalam membentuk atlet yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan. Tapi, juga siap menghadapi kehidupan setelah kompetisi nanti,” kata Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari dalam sambutannya di konferensi pers di kawasan Jakarta, 30 Juli 2026.
“Melalui program ini, kami ingin mengajak seluruh atlet Indonesia dari berbagai cabang olahraga untuk tetap fokus pada pendidikan. Jadi atlet adalah profesi dengan batas waktu, tetapi pendidikan adalah modal penting dalam kehidupan setelah pensiun,” ujar Raja.
Kolaborasi tersebut juga memberikan akses pendidikan untuk para atlet-siswa melalui berbagai dukungan, seperti beasiswa 100 persen. Program ini diharapkan bisa menghapus asumsi bahwa atlet perlu menentukan antara mengejar prestasi atau pendidikan.
Atlet olimpiade Renang, Richard Sam Bera, menyatakan bahwa rintangan dalam menjalani pendidikan dan profesi sebagai atlet memang tidak mudah. Namun, menurutnya keduanya bisa berjalan bersama jika memiliki disiplin, keinginan kuat, dan sistem pendidikan yang memahami kebutuhan atlet.
“Kecerdasan akademis Anda berbanding lurus dengan prestasi akademis Anda. Karena untuk meningkatkan prestasi olahraga perlu kapasitas memperbaiki diri. Itu tidak mudah dan bisa ditimpa di sekolah,” ucap Richard.
Pada kesempatan yang sama, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation dan 100 Celebrities Talk for Para Athletes, Natalia Tjahja, turut hadir. Ia membawa pesan President International Paralympic Committee (IPC), Andrew Parsons, mengikuti kemitraan dengan MMLWF sejak 11 Juli 2026.
Melalui gerakan 100 CTFP, Natalia mengundang para atlet untuk memberikan pesan penyemangat untuk atlet difabel di seluruh dunia. Atlet olimpiade Syuci Indriani dan Krisna Bayu turut memberikan motivasi dan dukungan sebagai bentuk solidaritas terhadap olahraga yang menyeluruh.
Konferensi ini menunjukkan bahwa pengembangan olahraga tidak hanya fokus pada perolehan medali, tetapi juga pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan atlet Indonesia yang berprestasi, berpendidikan, juga menginspirasi masyarakat.
(Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....