Mengenal Baju Adat Suku Bugis
- 02 Mei 2024 08:58 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Suku Bugis memiliki sejarah, budaya, dan kehidupan sosial. Contohnya saja baju adat dan lontara sebagai simbol budaya suku Bugis yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan suku Bugis ini terdapat di rumah, pakaian adat, tarian, dan lainnya.
Baju bodo bentuknya segi empat dan lengannya pendek. Baju ini bentuknya seperti baju kurung tanpa jahitan. Berdasarkan warna baju, ada dua jenis baju bodo yaitu untuk bangsawan dan penanda usia. Menurut suku Bugis, warna baju bodo ini menunjukkan usia dan martabat pemakai.
Baju Bodo untuk bangsawan
• Warna putih dikenakan oleh inang raja atau dukun atau bissu.
• Baju bodo warna hijau dipakai untuk putri raja atau upacara pernikahan.
• Baju bodo warna ungu dikenakan untuk janda.
Baju Bodo untuk segala usia
• Anak-anak berusia di bawah 10 tahun mengenakan baju yang disebut Waju Pella-Pella berwarna kuning gading.
• Usia 10–14 tahun mengenakan baju bodo berwarna jingga dan merah muda.
• Usia 14–17 tahun mengenakan baju bodo berwarna jingga dan merah muda, berlapis susun dua.
• Usia 17–25 tahun mengenakan warna merah tua, belapis, dan bersusun. Biasanya baju ini juga dikenakan oleh perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak.
• Usia 25–40 tahun mengenakan baju bodo berwarna hitam.
Baju bodo termasuk pakaian adat tertua di Sulawesi. Dahulu, baju ini dipakai tanpa penutup payudara. Setelah masuknya Islam, baju mengalami perubahan yaitu dipasang dalaman dengan warna lebih terang. Dahulu perempuan Bugis menggunakan sehelai sarung yang menutupi pinggang, kaki, dan baju tipis dari kain muslin (kasa). Saat ini baju bodo digunakan untuk menyambut tamu agung dan lomba menari. (Sumber: data.co.id).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....