“Batu Narit” Krayan Mendapat pengakuan Dorong Sektor Pariwisata

  • 21 Mei 2026 14:52 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan: Kabupaten Nunukan kembali menorehkan prestasi di bidang pelestarian sejarah dan warisan leluhur. Cagar Budaya Batu Narit Krayan secara resmi telah menerima sertifikat pengakuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Prestasi berskala nasional ini sekaligus menempatkan Batu Narit Krayan sebagai satu-satunya cagar budaya dari wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) yang berhasil lolos dan diakui di tingkat pusat pada tahun ini.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, Haji Surai, mengungkapkan bahwa Batu Narit Krayan menjadi pemantik semangat bagi pihaknya untuk terus bergerak maju, menggali lebih dalam berbagai potensi sejarah lokal yang tersebar di wilayah perbatasan.

Batu Narit Krayan memotivasi Disbudporapar untuk menginventarisasi dan mempersiapkan dokumen usulan bagi situs-situs lainnya. Beberapa objek yang masuk dalam radar target berikutnya meliputi makam-makam bersejarah, situs patung tradisional, hingga rumah-rumah adat. Pemerintah daerah berkomitmen agar kekayaan historis Nunukan mendapat perlindungan hukum hukum serta pengakuan yang layak di tingkat nasional.

Meski demikian, langkah untuk meloloskan cagar budaya ke level nasional diakui memiliki tantangan yang besar. Proses kurasi dari tim ahli kementerian dikenal sangat ketat dan berlapis. Setiap objek yang diajukan wajib memenuhi berbagai standardisasi ilmiah, mulai dari nilai penting bagi sejarah, kebudayaan, hingga otentisitas fisik objek itu sendiri.

Makam diusulkan karena banyak kriteria penilaian diantaranya batasan umur, waktu. Cagar budaya yang diusulkan juga patung, rumah. Aturan mengenai batas usia minimal objek dan bukti lini masa sejarah yang jelas menjadi poin-poin krusial yang harus dipersiapkan secara matang oleh tim dinas ke depan.

“Pengakuan resmi “Batu Narit Krayan” ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga situs sejarah semakin meningkat, sekaligus dapat mendorong sektor pariwisata budaya di Nunukan. Disbudporapar pun menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku adat, sejarawan, dan tim ahli agar situs-situs bersejarah lainnya di Nunukan bisa segera menyusul ke tingkat nasional,” ujar Haji Surai saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (21/5/2026). MM

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....