Puncak Kunjungan Pantai Ecing Diprediksi Hari Minggu
- 28 Mar 2026 14:42 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Objek wisata Pantai Ecing di Kabupaten Nunukan salah satu destinasi yang paling diminati wisatawan, terutama pada momen libur nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kunjungan wisatawan baik lokal maupun luar daerah mulai meningkat secara bertahap seiring dengan berjalannya masa libur panjang tahun ini.
Haji Adnan, selaku pengelola Pantai Ecing, menjelaskan karakteristik kunjungan pada hari pertama libur bersama cenderung belum terlalu ramai karena masyarakat masih fokus pada kegiatan ziarah kubur dan silaturahmi keluarga. Namun, tren kenaikan mulai terlihat signifikan pada hari Minggu, Senin, hingga Selasa. Warga mulai mencari hiburan setelah menyelesaikan tradisi Lebaran.
Lonjakan pengunjung terbesar diperkirakan akan terjadi pada Minggu, 29 Maret ini, mengingat hari tersebut merupakan hari terakhir libur panjang sebelum anak-anak sekolah kembali beraktivitas pada hari Senin. "Puncaknya diperkirakan hari Minggu besok. Jika pada hari biasa pengunjung hanya berkisar 20 sampai 30 orang, pada momen Sabtu dan Minggu seperti ini rata-rata bisa mencapai 200 orang per hari," ungkap Haji Adnan.
Terkait fasilitas, pengelola menyediakan 13 gazebo dengan berbagai ukuran, mulai dari 2x2 hingga 4x4 meter yang mampu menampung ratusan orang jika digunakan untuk acara besar. Tarif sewa dipasang secara fleksibel, pada hari biasa berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp80 ribu, namun saat permintaan meningkat tajam di hari libur, tarif disesuaikan menjadi Rp100 ribu. Bahkan, banyak keluarga yang melakukan pemesanan tempat jauh-jauh hari untuk memastikan ketersediaan gazebo.
Dari sisi manajemen, Pantai Ecing hingga saat ini masih dikelola secara mandiri tanpa menggunakan sistem tiket resmi dari pemerintah daerah. Pengunjung cukup membayar biaya masuk sebesar Rp5 ribu per orang untuk bisa menikmati seluruh suasana pantai dari jam 8 pagi hingga 6 sore WITA. Pendapatan yang terkumpul secara swadaya ini digunakan untuk menutupi biaya operasional harian, termasuk perawatan fasilitas kebersihan pantai, Mushollah dan tiga unit toilet.
Tantangan dalam pengelolaan mandiri ini adalah masalah sampah laut, terutama botol plastik yang berasal dari alat pengapung rumput laut petani sekitar. Setiap harinya, pengelola harus membersihkan setidaknya 5 karung botol plastik agar pantai tetap bersih. Selain itu, pembersihan rutin lumpur saat air pasang juga terus dilakukan demi menjaga kenyamanan wisatawan yang datang untuk berolahraga sepak bola di pinggir pantai. MM
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....