Menjelajahi Pesona Wisata Kabupaten Nunukan

  • 27 Sep 2025 13:17 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Kabupaten Nunukan di ujung utara Kalimantan Utara menjadi salah satu wilayah strategis Indonesia. Tak hanya dikenal sebagai pintu gerbang perbatasan dengan Malaysia, Nunukan juga menyimpan beragam potensi wisata alam, budaya, hingga kuliner yang mulai dilirik wisatawan.

Letaknya yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, menjadikan Nunukan unik dibanding daerah lain. Wisatawan bisa menemukan perpaduan nuansa lokal dan pengaruh lintas negara, mulai dari bahasa, makanan, hingga kebiasaan masyarakat. Inilah yang membuat Nunukan sering disebut sebagai “etalase Indonesia di perbatasan.”

Baca Juga: Wisata Rumah Adat Kalimantan Dibangun di SAE Lanuka

Alam dan Bahari

Nunukan dianugerahi garis pantai panjang dengan pasir putih yang memikat. Pantai Batu Lamampu di Sebatik, misalnya, kerap disebut ikon wisata bahari. Tidak jauh, ada juga pantai Kayu Angin dan pantai Ecing yang menawarkan ketenangan alami.

Selain wisata pantai, hutan mangrove di Tanjung Harapan menjadi daya tarik lain. Wisatawan dapat menyusuri jalur kayu di antara pepohonan bakau, sekaligus belajar mengenai fungsi ekosistem mangrove sebagai pelindung pesisir.

Di wilayah pegunungan Krayan, keindahan panorama alam tersaji di Buduk Udan yang dijuluki “negeri di atas awan.” Sementara itu, air terjun Sajau memberikan pengalaman wisata alam yang menyegarkan.

Baca Juga: Patung Karya Warga Binaan Jadi Incaran Pengunjung Sae Lanuka

Budaya dan Tradisi

Nunukan juga kaya akan warisan budaya. Desa adat di Krayan masih menjaga tradisi masyarakat Lundayeh, mulai dari upacara adat hingga cara hidup yang serba alami. Produk budaya lain yang menonjol adalah kerajinan anyaman rotan serta kuliner khas, seperti beras adan Krayan yang telah mendunia.

“Beras adan menjadi kebanggaan masyarakat Krayan. Prosesnya tradisional, hasilnya organik, dan kini banyak diminati hingga mancanegara,” ujar Camat Krayan.

Baca Juga: Libur Lebaran, Pengunjung Wisata SAE Lanuka Membeludak

Wisata Perbatasan

Keistimewaan lain Nunukan terletak pada posisi perbatasan. Monumen di Pulau Sebatik menjadi simbol persaudaraan Indonesia-Malaysia. Bahkan, sebagian wisatawan memilih lintas ke Tawau, Malaysia, untuk merasakan pengalaman “dua negara dalam satu perjalanan.”

Fenomena cross-border tourism inilah yang membuat Nunukan berbeda. “Wisata di perbatasan punya potensi besar. Selain meningkatkan ekonomi lokal, juga memperkuat hubungan antarwarga,” kata Sahar, Plt. Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan Ekonomi Kreatif, Disbudporapar Kab. Nunukan.

Masa Depan Wisata Nunukan

Pemerintah daerah bersama Kementerian Pariwisata tengah berupaya meningkatkan akses transportasi, dari jalur laut maupun udara. Harapannya, wisatawan dari Balikpapan, Tarakan, hingga kota besar lain semakin mudah menjangkau Nunukan. (Sumber: Disparpora Nunukan, portal resmi Kaltara). MM

Rekomendasi Berita