Pelestarian Budaya Tidung Melalui Kerajinan Sesingal di Nunukan
- 19 Jan 2026 10:58 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Seorang warga Nunukan aktif memproduksi kerajinan sesingal sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Ia telah menekuni usaha kerajinan tangan khas suku Tidung ini sejak beberapa tahun terakhir.
Produksi sesingal ini bermula dari inisiatif pribadi pada tahun 2020 untuk menjaga identitas daerah. Hal ini disampaikan Pengrajin Sesingal di Kabupaten Nunukan, Jumain, saat ditemui RRI Nunukan.
"Saya mulai membuat sesingal ini mulai tahun 2020 karena motivasi melestarikan pakaian adat budaya suku Tidung," ucap Jumain, Senin (19/01/2026).
Baca Juga: Potensi Air Terjun Binusan Digarap
Sesingal memiliki ciri khas warna dan motif yang melambangkan kebudayaan masyarakat adat setempat. Kerajinan ini sering digunakan dalam berbagai acara resmi maupun kegiatan kebudayaan di Kalimantan Utara.
Pengrajin konsisten menerapkan kombinasi warna dominan hitam dan kuning pada setiap produk buatannya. Motif khas Kalimantan juga sering ditambahkan untuk memperkaya nilai estetika kerajinan tradisional tersebut.
“Kalau motif hitam kuning itu memang merupakan salah satu pakaian adat budaya suku kaum tidung. Jadi makanya saya juga selalu membuat itu hitam kuning, kadang-kadang ada juga yang bermotif seperti motif-motif kalimantan punya, jadi saya juga selalu membuat seperti itu karena itu ada kaitannya dengan adat budaya tidung juga.” ucap Jumain
Jumain terus berinovasi menggabungkan motif adat Tidung dengan corak khas Kalimantan lainnya. Upaya ini diharapkan dapat mengenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda di perbatasan.