Mengenal Buah Kemayau Khas Kalimantan

  • 24 Mei 2024 11:21 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Terdapat beberapa macam buah unik khas Kalimantan, salah satunya adalah buah kemayau atau buah kedamu.

Sekilas, buah kemayau ini tampak mirip seperti buah anggur, namun daging buah kemayau keras dan harus diolah lebih dulu sebelum dikonsumsi. Buah ini memiliki nama latin Dacryodes rostrata forma cuspidate.

Buah dari pohon yang sudah masuk kategori langka untuk ditemukan di Kalimantan ini, menjadi salah satu jenis pohon yang terdampak dari maraknya aktivitas pembalakan yang terjadi.

Buah kemayau merupakan buah paling banyak tumbuh di daerah Sembakung, Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara.

Pohon kemayau memiliki tinggi sekitar 20 meter dan kulit batangnya licin. Batang pohon kemayau ini berwarna keabuan, daunnya berbentuk melengkung dengan ujung meruncing, tulang daunnya menyirip dan daunnya berwarna hijau tua. Sementara untuk buah kemayau sendiri berbentuk lonjong dengan panang sekitar 5 sampai 6 cm dan lebarnya sekitar 1 sampai 2 cm.

Saat masih muda, buah kemayau berwarna hijau kemudian saat sudah tua, akan berwarna ungu kehitaman. Buah kemayau dapat dipanen pada bulan Februari sampai bulan Maret. Buah ini tak hanya dikonsumsi oleh manusia saja, tetapi juga menjadi sumber makanan penting bagi berbagai jenis hewan.

Salah satu masyarakat suku Tidung, Kabupaten Nunukan, Juwita Latif mengaku sangat menyukai buah khas Kalimantan ini.

“Buah ini enak, acil (tante) suka makannya karena buah ini tidak berbahaya jika dikonsumsi, malah banyak peminatnya. Harga buahnya murah saja, sekilonya Rp. 35.000, tapi sekarang jarang dan langka sudah buah nih. Kalau orang Tidung bilang ini buah kedamu, kalau orang Dayak bilang buah kemayau,” ungkapnya, Jumat (24/5/2024).

Menariknya, cara menikmati buah kemayau berbeda dengan buah lain yang bisa langsung dinikmati begitu saat sudah masak. Buah kemayau harus terlebih dahulu, direndam dalam air panas selama 2-3 menit agar dagingnya lembut, setelah itu dikupas dan dipisahkan dari bijinya, lalu kulit buah kemayau segera dibuka setelah direndam air panas, daging buahnya akan berwarna kuning terang, namun kadang merah keunguan dan lunak.

Beberapa orang mengatakan dan berpendapat bahwa buah ini memiliki cita rasa berbeda. Ada yang mengatakan rasanya mirip dengan buah alpukat, namun lebih berlemak, ada juga yang menilai bahwa rasanya seperti ubi jalar, gurih, dan berlemak seperti mentega. Sejumlah warga asli Kalimantan terkadang menikmati kemayau yang sudah lunak dengan mencampurnya bersama madu asli dan gula merah.

Banyak orang yang belum mengetahui dengan jelas cara menikmati kemayau, tak jarang ada yang merebusnya dengan waktu cukup lama sehingga cara tersebut justru akan membuat daging buahnya semakin keras saat dikonsumsi.

Saat ini keberadaan pohon dan buah kemayau memang dapat dikatakan jarang ditemui dan juga sangat langka dan sudah sulit ditemukan di daerah Kalimantan, karena area hutan semakin terkikis oleh perkebunan dan pertambangan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....